Perang Timur Tengah Paksa Bank Sentral Terus Sesuaikan Kebijakan Moneter

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:49 WIB
loading...
Perang Timur Tengah...
Konflik berkepanjangan di Timur Tengah memaksa bank sentral di berbagai negara terus menyesuaikan kebijakan moneter. FOTO/AFP
A A A
SINGAPURA - Konflik berkepanjangan di Timur Tengah memaksa bank sentral di berbagai negara terus menyesuaikan kebijakan moneter guna mengantisipasi risiko inflasi global. Sebagian besar otoritas moneter kini terus memperkuat benteng ekonomi dari ancaman gejolak harga energi dan bahan pangan impor.

"Biaya impor Singapura kemungkinan akan meningkat dalam beberapa kuartal mendatang," demikian pernyataan resmi Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) terkait langkah antisipasi dampak konflik global tersebut di Singapura dikutip dari AFP, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia

Langkah pengetatan moneter terbaru kembali diambil MAS untuk kedua kalinya dalam tiga bulan terakhir. Keputusan ini didorong oleh aksi serangan AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026 yang terus membayangi pasar energi dan menjaga harga minyak mentah dunia tetap tinggi.


Terbaru, MAS memutuskan untuk meningkatkan laju apresiasi nilai tukar dolar Singapura terhadap mata uang mitra dagang utamanya. Pengetatan ini dilakukan mengingat Singapura mengimpor sebagian besar kebutuhan pokok sehingga kenaikan harga global berdampak langsung pada biaya hidup.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Memahami Tugas Gubernur...
Memahami Tugas Gubernur BI dan Wewenangnya di Bank Indonesia
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
Rekomendasi
Doa agar Dijauhkan dari...
Doa agar Dijauhkan dari Perceraian dan Konflik Rumah Tangga
Mengakhiri Beban Ganda...
Mengakhiri Beban Ganda Zakat dan Pajak
Hattrick Mitchell Baker...
Hattrick Mitchell Baker Jadi Angin Segar Lini Serang Timnas Indonesia
Berita Terkini
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Paksa Bank Sentral Terus Sesuaikan Kebijakan Moneter
Naik 5,6%, SIG Catat...
Naik 5,6%, SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton di Semester I 2026
Media Asing Soroti Mundurnya...
Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
7 Tahun Pimpin BI Sebelum...
7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang
Ribuan Sengketa Pajak...
Ribuan Sengketa Pajak Bermunculan, Perbedaan Tafsir Masih Jadi Pemicu Utama
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved