Ini sentimen pendorong pelemahan rupiah

Minggu, 27 April 2014 - 16:30 WIB
Ini sentimen pendorong...
Ini sentimen pendorong pelemahan rupiah
A A A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah sepanjang pekan ini terdepresiasi seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) setelah merespon negatif rilis membesarnya impor Jepang, yang menyebabkan nilai tukar yen mengalami koreksi.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pelemahan rupiah juga didorong membaiknya data-data ekonomi AS. Meski laju USD terhadap poundsterling dan euro melemah, namun rendahnya yen membuat laju USD tampak lebih tinggi dibanding laju sejumlah mata uang Asia.

"Di sisi lain, laju euro terlihat kembali melemah dibanding USD dan poundsterling memberikan sentimen negatif bagi rupiah, sehingga rupiah sulit menguat," kata dia, Minggu (27/4/2014).

Imbas rilis membesarnya defisit neraca perdagangan Jepang mempengaruhi pandagangan pelaku pasar yang mengkhawatirkan neraca perdagangan Indonesia akan bernasib sama. Begitupun dengan defisit neraca berjalan yang juga dikhawatirkan akan membesar, sehingga membuat rupiah terdepresiasi.

Selain itu, Reza menambahkan, pelaku pasar juga mengkhawatirkan musim pembagian dividen terutama untuk investor asing akan meningkatkan outflow dari pasar dan permintaan atas USD.

Pelemahan rupiah mulai berkurang setelah pelaku pasar merespon positif pernyataan Menteri Keuangan M Chatib Basri, yang mengatakan, lonjakan kebutuhan USD biasa terjadi jelang tengah tahun, berkaitan dengan kebutuhan untuk repatriasi laba perusahaan penanaman modal asing (PMA), impor dan pembayaran utang jatuh tempo.

"Beliau juga mengulas bahwa rupiah pun melemah tak sendirian, di mana mata uang regional lainnya mengalami nasib yang sama, seperti ringgit dan rupee," ujar dia

Menkeu juga memperkirakan, neraca perdagangan (Maret) akan bisa surplus. Inflasi (April) juga terkendali, bahkan cenderung bisa deflasi. Rupiah jauh di bawah target support Rp11.465. Adapun kisaran rupiah di Rp11.617-11.420 berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia.

"Rupiah telah membuka tren pelemahan. Tanpa adanya sentimen positif maka laju rupiah berpotensi melanjutkan pelemahannya karena berbanding terbalik dengan USD yang mencoba masuk tren kenaikannya,"

Kendati demikian, rupiah pada akhir pekan ini berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.601 per USD. Posisi ini menguat 7 poin dibanding penutupan Kamis (24/4/2014) di level Rp11.608 per USD.

Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.565 per USD. Posisi ini terapresiasi 38 poin dibanding penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp11.603 per USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
1 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
1 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
2 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
10 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
11 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
12 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved