Laju IHSG diproyeksi cenderung sideways
Senin, 28 April 2014 - 08:26 WIB
Laju IHSG diproyeksi cenderung sideways
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diprediksi akan bergerka dalam rentang support 4.884-4.890 dan resisten 4.910-4.920.
Gravestone doji bertahan masih di atas middle bollinger band (MBB). MACD masih bergerak landai dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic dan William’s %R masih tertahan kenaikannya. Meski hanya naik tipis, namun laju IHSG mampu bertahan di atas kisaran target support 4.860-4.876 dan mampu berada di kisaran target resisten 4.906-4.918.
"Masih maraknya minat jual dan mulai adanya aksi jual asing dapat membuat IHSG tertahan untuk melanjutkan kenaikannya. Laju IHSG pun akan cenderung sideways dan berpotensi melemah jika tidak adanya sentimen positif yang menahannya," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (28/4/2014).
Dia menjelaskan, pasca mengalami pergerakan terbatas dalam beberapa hari terakhir, laju IHSG di akhir pekan kemarin mampu kembali ke jalur hijau seiring masih adanya minat beli dari pelaku pasar.
Masih adanya nett buy asing yang diikuti dengan kembali terapresiasinya nilai tukar rupiah dan meningkatnya transaksi di pasar obligasi terutama didominasi oleh transaksi obligasi jangka panjang (FR70, FR68, FR53, dan lainnya) memberikan angin segar pada IHSG.
"Pelaku pasar pun memanfaatkannya dengan masih bertahan melakukan aktivitas beli. Padahal penguatan IHSG juga terhalangi oleh sentimen variatif cenderung melemahnya laju bursa saham Asia dan pelemahan pada saham-saham konsumer," ujar dia.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 4.916,43 di mid sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.894.79 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.897,64.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Meski laju bursa saham Asia hampir mayoritas bergerak melemah pada akhir pekan lalu, namun Nikkei mampu menghijau seiring rilis kenaikan data-data inflasi. Masih adanya kekhawatiran terhadap peningkatan ekskalasi di Ukraina, perlambatan di China, dan mulai adanya rilis kinerja dari beberapa emiten yang di bawah estimasi, antara lain Omron Corp., Huishan Dairy Holdings Co., kweichow Moutai Co., dan lainnya memberikan sentimen negatif.
Berita negatif dari beberapa emiten terkait aksi korporasinya, seperti AstraZeneca Plc., HSBC Holdings Plc., Deutsche Bank., dan Tullow Oil Plc., membawa laju indeks saham Eropa ke zona negatif.
Tidak hanya itu, rilis kinerja di bawah estimasi dari beberapa emiten pun turut menambah sentimen negatif a.l Neste oil Oyj., Sandvik AB., dan Royal KPN NV. sentimen negatif turut bertambah dengan rilis penurunan retail sales MoM dan BBA mortgage approvals Inggris.
Jika sehari sebelumnya rilis kinerja dari Apple Inc., Facebook Inc., dan beberapa lainnya yang di atas estimasi serta laporan kenaikan durable goods memberikan sentimen positif, di akhir pekan rilis kinerja dari beberapa emiten Amazon.com Inc., Broadcom Corp., Visa Inc., hingga Ford Motor Co. justru membawa laju indeks saham AS ke zona merah karena merilis kinerja di bawah estimasi.
Selain itu, sentimen dari rilis penurunan markit services PMI dan masih adanya potensi ketegangan di Ukraina memberikan tambahan sentimen negatif.
Gravestone doji bertahan masih di atas middle bollinger band (MBB). MACD masih bergerak landai dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic dan William’s %R masih tertahan kenaikannya. Meski hanya naik tipis, namun laju IHSG mampu bertahan di atas kisaran target support 4.860-4.876 dan mampu berada di kisaran target resisten 4.906-4.918.
"Masih maraknya minat jual dan mulai adanya aksi jual asing dapat membuat IHSG tertahan untuk melanjutkan kenaikannya. Laju IHSG pun akan cenderung sideways dan berpotensi melemah jika tidak adanya sentimen positif yang menahannya," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (28/4/2014).
Dia menjelaskan, pasca mengalami pergerakan terbatas dalam beberapa hari terakhir, laju IHSG di akhir pekan kemarin mampu kembali ke jalur hijau seiring masih adanya minat beli dari pelaku pasar.
Masih adanya nett buy asing yang diikuti dengan kembali terapresiasinya nilai tukar rupiah dan meningkatnya transaksi di pasar obligasi terutama didominasi oleh transaksi obligasi jangka panjang (FR70, FR68, FR53, dan lainnya) memberikan angin segar pada IHSG.
"Pelaku pasar pun memanfaatkannya dengan masih bertahan melakukan aktivitas beli. Padahal penguatan IHSG juga terhalangi oleh sentimen variatif cenderung melemahnya laju bursa saham Asia dan pelemahan pada saham-saham konsumer," ujar dia.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 4.916,43 di mid sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.894.79 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.897,64.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Meski laju bursa saham Asia hampir mayoritas bergerak melemah pada akhir pekan lalu, namun Nikkei mampu menghijau seiring rilis kenaikan data-data inflasi. Masih adanya kekhawatiran terhadap peningkatan ekskalasi di Ukraina, perlambatan di China, dan mulai adanya rilis kinerja dari beberapa emiten yang di bawah estimasi, antara lain Omron Corp., Huishan Dairy Holdings Co., kweichow Moutai Co., dan lainnya memberikan sentimen negatif.
Berita negatif dari beberapa emiten terkait aksi korporasinya, seperti AstraZeneca Plc., HSBC Holdings Plc., Deutsche Bank., dan Tullow Oil Plc., membawa laju indeks saham Eropa ke zona negatif.
Tidak hanya itu, rilis kinerja di bawah estimasi dari beberapa emiten pun turut menambah sentimen negatif a.l Neste oil Oyj., Sandvik AB., dan Royal KPN NV. sentimen negatif turut bertambah dengan rilis penurunan retail sales MoM dan BBA mortgage approvals Inggris.
Jika sehari sebelumnya rilis kinerja dari Apple Inc., Facebook Inc., dan beberapa lainnya yang di atas estimasi serta laporan kenaikan durable goods memberikan sentimen positif, di akhir pekan rilis kinerja dari beberapa emiten Amazon.com Inc., Broadcom Corp., Visa Inc., hingga Ford Motor Co. justru membawa laju indeks saham AS ke zona merah karena merilis kinerja di bawah estimasi.
Selain itu, sentimen dari rilis penurunan markit services PMI dan masih adanya potensi ketegangan di Ukraina memberikan tambahan sentimen negatif.
(rna)
Lihat Juga :