Rupiah ditutup terdepresiasi ke Rp11.587/USD
Senin, 28 April 2014 - 16:29 WIB
Rupiah ditutup terdepresiasi ke Rp11.587/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini terdepresiasi seiring terjungkalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.587 per USD. Posisi ini terdepresiasi 22 poin dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp11.565 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.562 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.560 per USD dan terlemah di level Rp11.590 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp11.587 per USD, dengan kisaran harian Rp11.415-11.630 per USD. Posisi ini melemah 22 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp11.565 per USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada level Rp11.590 per USD. Posisi ini menguat 21 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.611 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.568 per USD. Posisi ini menguat 33 poin dibanding penutupan Jumat (25/4/2014) di level Rp11.601 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah dipengaruhi bursa yang berakhir tertekan dan permintaan USD di dalam negeri yang masih tetap tinggi, sehingga menghambat penguatan rupiah.
"Naiknya perhatian pelaku pasar terhadap data makro ekonomi domestik yang akan segera diumumkan berpotensi ikut menahan pergerakan rupiah," kata dia, Senin (28/4/2014).
Adapun IHSG sore ini berakhir di zona merah seiring memerahnya bursa Asia. IHSG terjungkal 78,89 poin atau 1,61 persen ke level 4.832,81.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,52 triliun dengan 4,11 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp378,68 miliar. Tercatat 81 saham naik, 264 saham melemah dan 72 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.587 per USD. Posisi ini terdepresiasi 22 poin dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp11.565 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.562 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.560 per USD dan terlemah di level Rp11.590 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp11.587 per USD, dengan kisaran harian Rp11.415-11.630 per USD. Posisi ini melemah 22 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp11.565 per USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada level Rp11.590 per USD. Posisi ini menguat 21 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.611 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.568 per USD. Posisi ini menguat 33 poin dibanding penutupan Jumat (25/4/2014) di level Rp11.601 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah dipengaruhi bursa yang berakhir tertekan dan permintaan USD di dalam negeri yang masih tetap tinggi, sehingga menghambat penguatan rupiah.
"Naiknya perhatian pelaku pasar terhadap data makro ekonomi domestik yang akan segera diumumkan berpotensi ikut menahan pergerakan rupiah," kata dia, Senin (28/4/2014).
Adapun IHSG sore ini berakhir di zona merah seiring memerahnya bursa Asia. IHSG terjungkal 78,89 poin atau 1,61 persen ke level 4.832,81.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,52 triliun dengan 4,11 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp378,68 miliar. Tercatat 81 saham naik, 264 saham melemah dan 72 saham stagnan.
(rna)