Koperasi galang kekuatan sambut MEA 2015

Senin, 28 April 2014 - 16:42 WIB
Koperasi galang kekuatan...
Koperasi galang kekuatan sambut MEA 2015
A A A
Sindonews.com - Organisasi koperasi kawasan Asia Tenggara terus menggalang kekuatan dalam menyambut masuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 dan era perdagangan bebas dunia.

Muncul kesadaran bersama di antara organisasi koperasi ASEAN, perlunya memperkuat jaringan kerja sama, sehingga bisa meningkatkan peran atau posisi dalam transformasi masyarakat ekonomi ASEAN.

Lewat organisasi ASEAN Co-Operarative Forum (ACO), mereka mengkonsolidasikan diri, menggalang kekuatan koperasi di kawasan tersebut

"Delapan negara anggota ASEAN memiliki komitmen bersama, membangun solidaritas dan jaringan koperasi. Sehingga ACO bisa secara efektif dan secara nyata menggalang kekuatan koperasi di kawasan ASEAN," jelas Presiden ACO Nurdin Halid di sela pertemuan ASEAN Co-operative Forum di Nusa Dua, Bali, Senin (28/4/2014).

Menurut Nurdin yang juga Ketua Dewan Koperasi Nasional (Dekopin), pertemuan di Bali dimaksudkan untuk merumuskan strategi langkah aksi nyata dalam meingkatkan peran dan partisipasi koperasi dalam era pasar yang terbuka dewasa ini.

Setiap koperasi diharapkan dapat mengedepankan partisipasi luas masyarakat ASEAN dalam kegiatan ekonomi. Sehingga dapat membawa kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Hadir dalam pertemuan itu, perwakilan dari delapan negara ASEAN. Di mana Indonesia sebagai tuan rumah dalam acara yang berlangsung 28-29 April 2014. Ke depan, semua negara ASEAN memberikan kebebasan berinteraksi ekonomi masing-masing sehingga harus mempersiapkan diri baik dari sisi peningkatan kapasitas SDM dan lembaganya menghadapi MEA.

Masyarakat koperasi Asia Tenggara menyadari Keberadaan koperasi sangat berperan penting dalam menekan angka kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan mendorong peningkatan produk domestik bruto (PDB) negara.

Dalam kesempatan itu, mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah yang kini Rektor Institut Koperasi Indonesia yang hadir sebagai pembicara mengatakan, koperasi tetap dapat bertahan di kancah pasar bebas yang kapitalistik.

Dia meyakini, akan selalu ada dorongan kuat hadirnya koperasi sebagai penyeimbang dari kompetisi global. Contohnya koperasi di negara-negara kapitalistik seperti Jepang, Amerika Serikat dan lainnya.

Koperasi di Indonesia telah diterima sebagai bagian yang konkret dalam kehidupan sosial, ekonomi dan budaya. Masalahnya sekarang pada upaya peningkatan kapasitas dan efektivitasnya untuk berkiprah secara lebih luas.

Burhanudin mengatakan, yang memungkinkan perubahan kondisi ekonomi nasional adalah koperasi. Terbukti, sejak zaman penjajahan ada 1 persen penduduk yang menguasai 40 persen aset bangsa.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tranformasi Koperasi...
Tranformasi Koperasi untuk Generasi Muda
Anggota KSP Sejahtera...
Anggota KSP Sejahtera Bersama Minta Kemenkop Bantu Selesaikan Masalah
HUT ke-77 Harkopnas,...
HUT ke-77 Harkopnas, Momentum Persatuan Gerakan Koperasi
Masihkah Koperasi Dibutuhkan?
Masihkah Koperasi Dibutuhkan?
Transformasi Koperasi...
Transformasi Koperasi Digital 4.0 ala MMSI Fokus Sejahterakan Anggotanya
DDI Galbar Gagas Koperasi...
DDI Galbar Gagas Koperasi Berbasis Manajemen Madrasah
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
30 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
54 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved