Tiga indikator ini dukung optimisme ekonomi RI

Selasa, 29 April 2014 - 15:37 WIB
Tiga indikator ini dukung...
Tiga indikator ini dukung optimisme ekonomi RI
A A A
Sindonews.com - PT Ashmore Asset Management Indonesia (Ashmore) melihat tiga indikator positif yang akan mendukung optimisme pasar terhadap ekonomi Indonesia ke depan.

Indikator pertama dilihat dari kinerja keuangan korporasi-korporasi di Indonesia yang menunjukkan penguatan melebihi ekspektasi pasar.

"Padahal sebelumnya banyak kalangan menilai pendapatan korporasi masih akan bertahan di level terendah dalam tiga tahun terakhir sebagai akibat dari sentimen ekonomi global dan perlambatan ekonomi nasional," papar Presiden Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia Ronni Gandahusada di Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Ronni menjelaskan, untuk indikator selanjutnya adalah konsumsi rumah tangga yang menunjukkan peningkatan, terutama di kuartal terakhir 2013. Tumbuh pesatnya masyarakat kelas menengah telah dan akan menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan konsumsi.

Sebagai gambaran, lembaga riset AC Nielsen memperkirakan, masyarakat kelas menengah Asia Tenggara akan tumbuh 110,5 persen dari 190 juta orang pada 2012 menjadi 400 juta orang pada 2020 dengan Indonesia sebagai kontributor pertumbuhan tertinggi.

"Indikator yang ketiga adalah melihat porsi kepemilikan asing terhadap pasar Indonesia. Meskipun kita telah melihat ada peningkatan modal asing dalam empat bulan terakhir, tetapi Ashmore memperkirakan posisi mereka pada saat ini masih berada di bawah level normalnya, " jelas Ronni.

Pertumbuhan masyarakat kelas menengah Indonesia dalam kurun 2012-2020 diperkirankan mencapai 174 persen. Hasil survei AC Nielsen menunjukkan, 48 persen dari total belanja fast moving consumer goods (FMCG) berasal dari masyarakat kelas menengah.

Sejalan dengan Nielsen, survei konsumen yang dilakukan oleh BI menunjukkan indeks keyakinan konsumen Indonesia periode Maret 2014 menguat ke level 118,2 dibandingkan Desember 2013 sebesar 116,5.

Optimisme yang membaik terutama didorong oleh menguatnya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang. Bank Indonesia menilai keyakinan konsumen yang masih dalam tren meningkat dapat berkontribusi positif pada tetap kuatnya konsumsi rumah tangga.

Direktur Riset dan Distribusi Ashmore Arief Cahyadi Wana mengatakan, pertumbuhan masyarakat menengah yang semakin pesat sangat positif bagi industri reksa dana di Indonesia. Hal ini karena sebagia besar dari mereka adalah masyarakat usia produktif yang membutuhkan tabungan dan investasi untuk masa depan.

"Kita harus dapat menangkap peluang ini dengan cara memberikan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat sambil menambah varian produk dan instrumen investasi yang beragam agar sesuai dengan tujuan dan profil risiko masing-masing investor," tutur dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membedah Nasib Ekonomi...
Membedah Nasib Ekonomi RI di Tahun Politik, Ikuti Webinar MNC Asset Management
Hingga Oktober, Dana...
Hingga Oktober, Dana Kelolaan BNI Asset Management Capai Rp24,64 Triliun
STAR Asset Management...
STAR Asset Management Luncurkan Reksa Dana Indeks STAR Infobank15
Gandeng KB Valbury Sekuritas,...
Gandeng KB Valbury Sekuritas, MNC Asset Bidik AUM Rp2 Triliun di Sisa Tahun 2025
Ekonomi Indonesia Diproyeksikan...
Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 5,3%, Simak Rekomendasi Investasi Cuan di 2023
Fnansial Milenial: MNC...
Fnansial Milenial: MNC Asset X BEM Perbanas
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
21 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
55 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved