Waspada masih ada peluang IHSG balik arah
Rabu, 30 April 2014 - 08:37 WIB
Waspada masih ada peluang IHSG balik arah
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi masih memiliki peluang kembali ke zona merah lantaran kenaikan IHSG kemarin sangat tipis.
"Meski laju IHSG dapat bertahan dalam kisaran target support 4800-4.805, namun tetap perlu mewaspadai masih adanya potensi pembalikan arah karena belum kuatnya kenaikan yang terbentuk," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (30/4/2014).
Karena itu, positifnya laju bursa saham global diharapkan dapat berimbas positif juga pada laju IHSG. IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.765-4.788 dan resisten 4.826-4.834.
Piercing line di atas lower bollinger band (LBB). MACD masih menurun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih dalam tren turunnya.
Kemarin kembali positifnya laju bursa saham global diharapkan dapat berimbas positif pada laju IHSG. Dan pada akhirnya IHSG mampu kembali ke zona hijau meski tipis.
Pelaku pasar mencoba memanfaatkan pelemahan pasar sebelumnya, variatif cenderung menguatnya laju bursa saham Asia setelah merespon positifnya penutupan laju bursa saham AS-Eropa dan merespon maraknya rilis kinerja emiten yang setidaknya masih inline dengan estimasi, dengan mencoba bertahan melakukan kembali aktivitas pembelian meski tidak terlalu besar.
Sentimen negatif berasal dari masih tercatatnya nett sell asing dan kembali melemahnya rupiah. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.823,57 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.800,01 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.819,68.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Laju bursa saham Asia variatif, di mana Nikkei, Topix dan Kospi melemah, namun mayoritas bursa saham China mampu bertengger di zona hijau. Menghijaunya laju bursa saham Tiongkok seiring beredar kabar pemerintahnya akan memberikan stimulus ekonomi. Tidak hanya itu, rilis kinerja dari beberapa emiten yang di atas estimasi turut memberikan sentimen positif.
Rilis kinerja dari Deutsche Bank AG., Nordea Bank AB., Statoil ASA., dan Nokia Oyj. mampu membuat laju bursa saham Eropa bertahan di zona hijau. Padahal juga terdapat sentimen negatif dari rilis inflasi Jerman yang di bawah estimasi serta rilis penurunan economic sentiment, business confidence dan industrial sentiment zona Eropa. Rilis pertumbuhan GDP Inggris yang sedikit di bawah estimasi turut memberikan sentimen negatif, namun dapat diimbangi dengan sentimen dari rilis kinerja emiten.
Jika pada umumnya jelang pertemuan The Fed, laju bursa saham AS cenderung melemah, namun kali ini lajunya masih dapat bertahan di zona hijau melanjutkan penguatan sebelumnya seiring respon positif pelaku pasar terhadap kinerja Merck & Co. hingga Sprint Corp. Kedua emiten tersebut menambah jumlah emiten dalam S&P500 yang merilis kinerjanya yang di atas estimasi.
"Meski laju IHSG dapat bertahan dalam kisaran target support 4800-4.805, namun tetap perlu mewaspadai masih adanya potensi pembalikan arah karena belum kuatnya kenaikan yang terbentuk," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (30/4/2014).
Karena itu, positifnya laju bursa saham global diharapkan dapat berimbas positif juga pada laju IHSG. IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.765-4.788 dan resisten 4.826-4.834.
Piercing line di atas lower bollinger band (LBB). MACD masih menurun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih dalam tren turunnya.
Kemarin kembali positifnya laju bursa saham global diharapkan dapat berimbas positif pada laju IHSG. Dan pada akhirnya IHSG mampu kembali ke zona hijau meski tipis.
Pelaku pasar mencoba memanfaatkan pelemahan pasar sebelumnya, variatif cenderung menguatnya laju bursa saham Asia setelah merespon positifnya penutupan laju bursa saham AS-Eropa dan merespon maraknya rilis kinerja emiten yang setidaknya masih inline dengan estimasi, dengan mencoba bertahan melakukan kembali aktivitas pembelian meski tidak terlalu besar.
Sentimen negatif berasal dari masih tercatatnya nett sell asing dan kembali melemahnya rupiah. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.823,57 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.800,01 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.819,68.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Laju bursa saham Asia variatif, di mana Nikkei, Topix dan Kospi melemah, namun mayoritas bursa saham China mampu bertengger di zona hijau. Menghijaunya laju bursa saham Tiongkok seiring beredar kabar pemerintahnya akan memberikan stimulus ekonomi. Tidak hanya itu, rilis kinerja dari beberapa emiten yang di atas estimasi turut memberikan sentimen positif.
Rilis kinerja dari Deutsche Bank AG., Nordea Bank AB., Statoil ASA., dan Nokia Oyj. mampu membuat laju bursa saham Eropa bertahan di zona hijau. Padahal juga terdapat sentimen negatif dari rilis inflasi Jerman yang di bawah estimasi serta rilis penurunan economic sentiment, business confidence dan industrial sentiment zona Eropa. Rilis pertumbuhan GDP Inggris yang sedikit di bawah estimasi turut memberikan sentimen negatif, namun dapat diimbangi dengan sentimen dari rilis kinerja emiten.
Jika pada umumnya jelang pertemuan The Fed, laju bursa saham AS cenderung melemah, namun kali ini lajunya masih dapat bertahan di zona hijau melanjutkan penguatan sebelumnya seiring respon positif pelaku pasar terhadap kinerja Merck & Co. hingga Sprint Corp. Kedua emiten tersebut menambah jumlah emiten dalam S&P500 yang merilis kinerjanya yang di atas estimasi.
(rna)
Lihat Juga :