IHSG berpotensi naik tipis jelang rilis inflasi
Jum'at, 02 Mei 2014 - 08:24 WIB
IHSG berpotensi naik tipis jelang rilis inflasi
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabuangan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini pasca libur May Day kemarin dan jelang rilis inflasi hari ini diprediksi berpotensi melanjutkan kenaikan.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG dapat bertahan di kisaran target resisten 4.826-4.834, namun juga membentuk utang gap 4.823-4.827, sehingga membutuhkan sentimen positif kembali agar tidak melemah menutup utang gap tersebut.
"Laju IHSG berpotensi menguat tipis jika respon dari rilis inflasi dan neraca perdagangan dapat positif dan masih adanya kenaikan volume beli di tengah hari kejepit pasca libur Hari Buruh," kata dia, Jumat (2/5/2014).
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.815-4.830 dan resisten 4.850-4.868. Hammer di atas lower bollinger band (LBB ). MACD masih menurun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik.
Pasca mengalami pelemahan tajam, dia menjelaskan, IHSG mencoba bangkit dan dalam dua hari perdagangan mampu mengalami kenaikan meski tipis.
Menurut Reza, kenaikan tersebut menggenapkan kenaikan dalam tiga tahun terakhir jelang perayaan Hari Buruh Internasional yang setiap tahunnya dirayakan pada 1 Mei. Artinya, laju IHSG jelang perayaan tersebut dalam historikal tiga tahun terakhir hingga 2014 ini selalu dalam kondisi menghijau.
"Entah kebetulan atau tidak, laju IHSG turut terbawa penguatan yang terjadi pada bursa saham AS-Eropa sehari sebelumnya dan kembali terapresiasinya rupiah, namun juga tidak dapat menguat banyak karena laju bursa saham Asia jelang perayaan tersebut variatif cenderung melemah dan masih nett sell nya asing," ujar dia.
Untungnya, dia melanjutkan, aksi beli pada saham-saham konsumer dan pertambangan dapat mengangkat IHSG kembali ke landasan hijau. Sepanjang perdagangan sebelumnya, IHSG menyentuh level tertinggi 4.846,23 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.827,48 jelang preclosing dan berakhir di level 4.840,15.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG dapat bertahan di kisaran target resisten 4.826-4.834, namun juga membentuk utang gap 4.823-4.827, sehingga membutuhkan sentimen positif kembali agar tidak melemah menutup utang gap tersebut.
"Laju IHSG berpotensi menguat tipis jika respon dari rilis inflasi dan neraca perdagangan dapat positif dan masih adanya kenaikan volume beli di tengah hari kejepit pasca libur Hari Buruh," kata dia, Jumat (2/5/2014).
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.815-4.830 dan resisten 4.850-4.868. Hammer di atas lower bollinger band (LBB ). MACD masih menurun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik.
Pasca mengalami pelemahan tajam, dia menjelaskan, IHSG mencoba bangkit dan dalam dua hari perdagangan mampu mengalami kenaikan meski tipis.
Menurut Reza, kenaikan tersebut menggenapkan kenaikan dalam tiga tahun terakhir jelang perayaan Hari Buruh Internasional yang setiap tahunnya dirayakan pada 1 Mei. Artinya, laju IHSG jelang perayaan tersebut dalam historikal tiga tahun terakhir hingga 2014 ini selalu dalam kondisi menghijau.
"Entah kebetulan atau tidak, laju IHSG turut terbawa penguatan yang terjadi pada bursa saham AS-Eropa sehari sebelumnya dan kembali terapresiasinya rupiah, namun juga tidak dapat menguat banyak karena laju bursa saham Asia jelang perayaan tersebut variatif cenderung melemah dan masih nett sell nya asing," ujar dia.
Untungnya, dia melanjutkan, aksi beli pada saham-saham konsumer dan pertambangan dapat mengangkat IHSG kembali ke landasan hijau. Sepanjang perdagangan sebelumnya, IHSG menyentuh level tertinggi 4.846,23 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.827,48 jelang preclosing dan berakhir di level 4.840,15.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :