Laba bersih Gapuraprima anjlok 65,8%
Senin, 05 Mei 2014 - 11:28 WIB
Laba bersih Gapuraprima anjlok 65,8%
A
A
A
Sindonews.com - PT Gapuraprima Tbk (GPRA) sepanjang kuartal I tahun ini mencatat penurunan laba bersih hingga 65,84 persen menjadi Rp12,81 miliar dibanding periode yang sama 2013 sebesar Rp37,5 miliar.
Adapun laba bersih per saham dasar yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dikonsolidasikan pada kuartal I/2014 menurun menjadi Rp3 per lembar dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp8,77 per lembar.
Laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/5/2014) menunjukkan anjloknya laba bersih perusahaan pada tiga bulan pertama tahun ini akibat merosotnya penjualan bersih dan melesatnya beban lain-lain.
Pada akhir Maret lalu, penjualan perseroan tercatat sebesar Rp70,02 miliar atau turun 37,23 persen dibanding akhir Maret 2013 senilai Rp111,55 miliar. Turunnya penjualan sejalan dengan berkurangnnya beban pokok penjualan menjadi Rp26,12 miliar dari Rp45,40 miliar.
Di samping itu, jumlah beban usaha juga menurun menjadi Rp20,72 miliar dari Rp23,84 miliar. Akibatnya laba usaha menyusut menjadi Rp23,18 miliar dari Rp42,31 miliar.
Sementara beban lain-lain bersih meroket 1.048,74 persen menjadi Rp4,62 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp402,41 juta. Adapun jumlah aset perusahaan tiga bulan pertama tahun ini Rp1,43 triliun, dengan utang Rp623,7 miliar. Angka itu meningkat dibanding akhir tahun lalu, di mana aset sebesar Rp1,33 triliun, dengan utang Rp531,73 miliar.
Harga saham perseroan siang ini berada di level Rp136 per lembar. Posisi ini terkoreksi 5 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp141 per lembar.
Adapun laba bersih per saham dasar yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dikonsolidasikan pada kuartal I/2014 menurun menjadi Rp3 per lembar dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp8,77 per lembar.
Laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/5/2014) menunjukkan anjloknya laba bersih perusahaan pada tiga bulan pertama tahun ini akibat merosotnya penjualan bersih dan melesatnya beban lain-lain.
Pada akhir Maret lalu, penjualan perseroan tercatat sebesar Rp70,02 miliar atau turun 37,23 persen dibanding akhir Maret 2013 senilai Rp111,55 miliar. Turunnya penjualan sejalan dengan berkurangnnya beban pokok penjualan menjadi Rp26,12 miliar dari Rp45,40 miliar.
Di samping itu, jumlah beban usaha juga menurun menjadi Rp20,72 miliar dari Rp23,84 miliar. Akibatnya laba usaha menyusut menjadi Rp23,18 miliar dari Rp42,31 miliar.
Sementara beban lain-lain bersih meroket 1.048,74 persen menjadi Rp4,62 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp402,41 juta. Adapun jumlah aset perusahaan tiga bulan pertama tahun ini Rp1,43 triliun, dengan utang Rp623,7 miliar. Angka itu meningkat dibanding akhir tahun lalu, di mana aset sebesar Rp1,33 triliun, dengan utang Rp531,73 miliar.
Harga saham perseroan siang ini berada di level Rp136 per lembar. Posisi ini terkoreksi 5 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp141 per lembar.
(rna)
Lihat Juga :