BPS: Kondisi bisnis di Indonesia turun jadi 101,95

Senin, 05 Mei 2014 - 16:07 WIB
BPS: Kondisi bisnis...
BPS: Kondisi bisnis di Indonesia turun jadi 101,95
A A A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei tendesi bisnis atau tingkat optimisme bisnis di Indonesia.

Survei ini dilakukan BPS bersama Bank Indonesia (BI). Hasilnya, kondisi bisnis di Indonesia (Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada kuartal I/2014 hanya 101,95. Angka ini menurun dari kuartal IV/2013 yang mencapai 104,72.

Kepala BPS Suryamin menyebutkan bahwa turunnya ITB karena ada aturan hilirisasi dalam UU Minerba No 4/2009. ITB yang mengalami penurunan tajam adalah sektor pertambangan dan penggalian dari 106,00 menjadi hanya 96,61.

Penurunan ITB juga terjadi pada sektor industri pengolahan dari 104,16 hanya menjadi 99,74. Selanjutnya sektor listrik, gas dan air bersih turun dari 107,33 menjadi hanya 99,96.

Sektor konstruksi juga turun dari 106,31 menjadi 98,32. Serta sektor perdagangan, hotel dan restoran turun dari 106,94 jadi hanya 99,77. "Optimismenya menurun mungkin karena ada Pemilu juga," imbuh Suryamin di kantornya, Jakarta, Senin (5/5/2014).

ITB yang baik adalah sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan naik dari 95,54 menjadi 115, 79. Sektor keuangan, real estate dan jasa perusahan jug naik dari 107,20 menjadi 108,43. Terakhir sektor jasa jasa juga mengalami kenaikan dari 103,33 menjadi 108,30.

Suryamin memprediksi ITB akan kembali meningkat pada kuartal II/2014. Potensi bisnis kuartal II disebut akan lebih tinggi daripada kuartal I/2014. Seluruh sektor ekonomi diperkirakan akan mengalami peningkatan.

"Indeks Tendensi Bisnis kuartal II/2014 diperkirakan mencapai 105,98. Paling tinggi itu sektor keuangan, real estate, jasa perusahaan. Karena adanya peningkatan harga prduk, order luar negeri dan order barang input," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
17 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
30 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved