Minim sentimen, IHSG diprediksi melemah terbatas
Rabu, 07 Mei 2014 - 08:30 WIB
Minim sentimen, IHSG diprediksi melemah terbatas
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan melanjutkan pelemahan lantaran minimnya sentimen yang ada di pasar.
Inverted hammer di bawah middle bollinger band (MBB ). MACD masih bergerak landai dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali cenderung mendatar.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG kemarin sempat masuk ke dalam kisaran target support 4.827-4.831 dan juga sempat berada di kisaran target resisten 4.852-4.874 meski akhirnya tidak mampu bertahan.
“Posisi IHSG pun masih rawan pelemahan dengan minimnya sentimen yang ada, namun diharapkan pelemahan yang terjadi bersifat terbatas,“ kata dia dalam risetnya, Rabu (7/5/2014).
Dia memperkirakan IHSG hari ini akan berada pada rentang support 4.800-4.815 dan resisten 4.858-4.862.
Kemarin, meski laju bursa saham Amerika Serikat (AS) masih dapat menghijau dengan dukungan kenaikan di atas estimasi dari data markit services PMI dan ISM-non manufacturing PMI tidak membuat IHSG mampu bertahan di zona hijaunya.
Padahal pasca melemah tajam pada Senin (28/4/2014), laju IHSG belum dapat kembali menyentuh level tertinggi saat tanggal tersebut. Bahkan menyentuh level setara MBB di level 4.864 pun juga tidak.
“Tampaknya pelaku pasar benar-benar menahan diri dan mengurangi aktivitas transaksinya memasuki pekan awal di bulan Mei, sehingga volume dan nilai transaksi kian menurun. Stagnannya laju rupiah dan liburnya beberapa bursa saham Asia kurang memberi stimulan bagi IHSG,“ tutur dia.
Sepanjang perdagangan Selasa, IHSG menyentuh level tertinggi 4.855,09 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.828,64 pada mid sesi 2 dan berakhir di level 4.834,47.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Masih adanya rilis beberapa emiten yang mencetak kinerja di atas estimasi, antara lain Leighton Holdings Ltd., Genting Singapore Plc., dan lainnya membuat laju bursa saham Asia masih dapat menguat meski tipis.
Bahkan rilis penurunan neraca perdagangan Australia seiring dengan pelemahan ekspornya tidak membuat ASX melemah karena dibarengi dengan tetapnya suku bunga RBA Rate di 2,5 persen.
Inverted hammer di bawah middle bollinger band (MBB ). MACD masih bergerak landai dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali cenderung mendatar.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG kemarin sempat masuk ke dalam kisaran target support 4.827-4.831 dan juga sempat berada di kisaran target resisten 4.852-4.874 meski akhirnya tidak mampu bertahan.
“Posisi IHSG pun masih rawan pelemahan dengan minimnya sentimen yang ada, namun diharapkan pelemahan yang terjadi bersifat terbatas,“ kata dia dalam risetnya, Rabu (7/5/2014).
Dia memperkirakan IHSG hari ini akan berada pada rentang support 4.800-4.815 dan resisten 4.858-4.862.
Kemarin, meski laju bursa saham Amerika Serikat (AS) masih dapat menghijau dengan dukungan kenaikan di atas estimasi dari data markit services PMI dan ISM-non manufacturing PMI tidak membuat IHSG mampu bertahan di zona hijaunya.
Padahal pasca melemah tajam pada Senin (28/4/2014), laju IHSG belum dapat kembali menyentuh level tertinggi saat tanggal tersebut. Bahkan menyentuh level setara MBB di level 4.864 pun juga tidak.
“Tampaknya pelaku pasar benar-benar menahan diri dan mengurangi aktivitas transaksinya memasuki pekan awal di bulan Mei, sehingga volume dan nilai transaksi kian menurun. Stagnannya laju rupiah dan liburnya beberapa bursa saham Asia kurang memberi stimulan bagi IHSG,“ tutur dia.
Sepanjang perdagangan Selasa, IHSG menyentuh level tertinggi 4.855,09 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.828,64 pada mid sesi 2 dan berakhir di level 4.834,47.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Masih adanya rilis beberapa emiten yang mencetak kinerja di atas estimasi, antara lain Leighton Holdings Ltd., Genting Singapore Plc., dan lainnya membuat laju bursa saham Asia masih dapat menguat meski tipis.
Bahkan rilis penurunan neraca perdagangan Australia seiring dengan pelemahan ekspornya tidak membuat ASX melemah karena dibarengi dengan tetapnya suku bunga RBA Rate di 2,5 persen.
(rna)
Lihat Juga :