BEI optimis investasi pasar modal tetap tumbuh
Kamis, 08 Mei 2014 - 11:37 WIB
BEI optimis investasi pasar modal tetap tumbuh
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Friderica Widyasari Dewi mengaku tetap optimis investasi di pasar modal akan terus tumbuh.
Karena itu, pihaknya terus memperbesar pasar dan mengajak lebih banyak perusahaan untuk masuk pasar modal.
"Ya kalau kami dari bursa akan selalu bilang kita optimis untuk terus tumbuh. Makanya kita terus memperbesar pasar kita, mengajak lebih banyak perusahaan untuk masuk pasar modal kita, ngajak lebih banyak investor. Jadi kalau mau memperbesar pasar, ya harus begitu," tuturnya di Gedung BEI, baru-baru ini.
Selain itu, investasi di pasar modal merupakan investasi jangka panjang. Sehingga, meski pertumbuhan ekonomi Indonesia turun, namun investor akan tetap melihat prospeknya ke depan.
Terlebih untuk perusahaan consumer goods, mereka tidak terkena dampak penurunan ekonomi karena demand mereka sangat besar.
"Jadi kayak gitu biasanya mereka sudah sangat paham. Misalnya mie instan, mau ekonomi bagus maupun jelek orang tetap saja makan mie instan," imbuhnya.
Meski dia menyadari bahwa mengajak perusahaan untuk masuk bursa bukan pekerjaan mudah. Namun, BEI akan terus berusaha untuk mengajak mereka masuk ke dalam pasar modal.
"Memang mengajak perusahaan masuk bursa itu tidak sekali datang langsung mau, beda kayak kita jualan teh gitu, beda kayak produk ini. Contohnya Sidomuncul, saya ingat itu approach Sidomuncul sejak 2005, kan mereka family based. Jadi, lama akhirnya bisa. Kita enggak berhenti-henti," pungkas dia.
Karena itu, pihaknya terus memperbesar pasar dan mengajak lebih banyak perusahaan untuk masuk pasar modal.
"Ya kalau kami dari bursa akan selalu bilang kita optimis untuk terus tumbuh. Makanya kita terus memperbesar pasar kita, mengajak lebih banyak perusahaan untuk masuk pasar modal kita, ngajak lebih banyak investor. Jadi kalau mau memperbesar pasar, ya harus begitu," tuturnya di Gedung BEI, baru-baru ini.
Selain itu, investasi di pasar modal merupakan investasi jangka panjang. Sehingga, meski pertumbuhan ekonomi Indonesia turun, namun investor akan tetap melihat prospeknya ke depan.
Terlebih untuk perusahaan consumer goods, mereka tidak terkena dampak penurunan ekonomi karena demand mereka sangat besar.
"Jadi kayak gitu biasanya mereka sudah sangat paham. Misalnya mie instan, mau ekonomi bagus maupun jelek orang tetap saja makan mie instan," imbuhnya.
Meski dia menyadari bahwa mengajak perusahaan untuk masuk bursa bukan pekerjaan mudah. Namun, BEI akan terus berusaha untuk mengajak mereka masuk ke dalam pasar modal.
"Memang mengajak perusahaan masuk bursa itu tidak sekali datang langsung mau, beda kayak kita jualan teh gitu, beda kayak produk ini. Contohnya Sidomuncul, saya ingat itu approach Sidomuncul sejak 2005, kan mereka family based. Jadi, lama akhirnya bisa. Kita enggak berhenti-henti," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :