BI: Ekonomi Indonesia timur hanya tumbuh 4,6%
Kamis, 08 Mei 2014 - 17:44 WIB
BI: Ekonomi Indonesia timur hanya tumbuh 4,6%
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi kuartal I/2014 secara regional tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil analisis BI, perlambatan pertumbuhan ekonomi terutama diakibatkan oleh penurunan pertumbuhan ekonomi di wilayah yang berbasis sektor pertambangan, yakni di kawasan timur Indonesia (KTI).
"Pertumbuhan ekonomi di KTI pada kuartal I/2014 tercatat 4,6 persen secara year on year (yoy), menurun tajam dari 6,6 persen secara yoy pada kuartal IV/2013 sejalan penurunan produksi sektor pertambangan sebagai dampak implementasi kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis (8/5/2014).
Berbeda dengan KTI, lanjut Agus, wilayah Jawa dan Sumatera mencatat pertumbuhan masing-masing 5,8 persen secara yoy dan 5,4 persen secara yoy pada kuartal I/2014.
Pertumbuhan ekonomi di kawasan Jakarta meningkat dari 5,6 perse secara yoy pada kuartal IV/2013 menjadi 6,0 persen secara yoypada kuartal I/2014. Kenaikan pertumbuhan ekonomi di kawasan Jakarta banyak ditopang kenaikan sektor perdagangan dan pengangkutan.
Berdasarkan hasil analisis BI, perlambatan pertumbuhan ekonomi terutama diakibatkan oleh penurunan pertumbuhan ekonomi di wilayah yang berbasis sektor pertambangan, yakni di kawasan timur Indonesia (KTI).
"Pertumbuhan ekonomi di KTI pada kuartal I/2014 tercatat 4,6 persen secara year on year (yoy), menurun tajam dari 6,6 persen secara yoy pada kuartal IV/2013 sejalan penurunan produksi sektor pertambangan sebagai dampak implementasi kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis (8/5/2014).
Berbeda dengan KTI, lanjut Agus, wilayah Jawa dan Sumatera mencatat pertumbuhan masing-masing 5,8 persen secara yoy dan 5,4 persen secara yoy pada kuartal I/2014.
Pertumbuhan ekonomi di kawasan Jakarta meningkat dari 5,6 perse secara yoy pada kuartal IV/2013 menjadi 6,0 persen secara yoypada kuartal I/2014. Kenaikan pertumbuhan ekonomi di kawasan Jakarta banyak ditopang kenaikan sektor perdagangan dan pengangkutan.
(izz)
Lihat Juga :