BI: Fundamental ekonomi membaik kuatkan rupiah

Kamis, 08 Mei 2014 - 18:09 WIB
BI: Fundamental ekonomi...
BI: Fundamental ekonomi membaik kuatkan rupiah
A A A
Sindonews.com - Fundamental ekonomi yang membaik dan diikuti penguatan kinerja Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) mendorong nilai tukar rupiah dalam tren menguat pada triwulan 1/2014, sebelum kemudian sedikit terkoreksi pada April 2014.

"Pada akhir triwulan 1/2014, rupiah menguat 7,13 persen dibandingkan dengan level akhir 2013," ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo di kantornya, Kamis (8/5/2014).

Penguatan terutama terjadi sejak Februari 2014 sejalan dengan meningkatnya aliran masuk modal asing. Namun penguatan rupiah sedikit terkoreksi pada bulan April 2014 dipengaruhi pernyataan The Fed yang lebih hawkish, kekhawatiran atas perlambatan ekonomi Tiongkok, dan ekskalasi ketegangan geopolitik di perbatasan Ukraina-Rusia.

"Pada April 2014, rupiah ditutup di level Rp11.562 per USD, melemah 1,74 persen dibandingkan dengan level akhir Maret 2014," ujar Agus.

Secara rata-rata, rupiah pada April 2014 tercatat Rp11.439 per USD, melemah 0,17 persen dari bulan sebelumnya. Perkembangan nilai tukar rupiah sampai April 2014 tersebut juga diikuti dengan perkembangan positif pada struktur mikro pasar valas seperti volume transaksi valas yang meningkat dan selisih bid-ask yang menipis sehingga menunjukkan kondisi pasar valas domestik yang semakin likuid.

"Ke depanya, kami tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya dan didukung berbagai upaya untuk meningkatkan pendalaman pasar uang," tutup Agus.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved