IHSG diproyeksi bergerak pada kisaran 4.750-4.915
Senin, 12 Mei 2014 - 09:00 WIB
IHSG diproyeksi bergerak pada kisaran 4.750-4.915
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini diproyeksi memiliki kesempatan untuk naik, namun masih akan dibayangi sentimen dari dalam dan luar negeri.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, IHSG pekan ini akan berada pada rentang support 4.750-4.813 dan resisten 4.887-4.915.
IHSG membentuk pola menyerupai evening star di bawah upper bollinger bands. MACD mulai berkurang kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R dan Stochastic tertahan kenaikannya dan cenderung turun.
Sebelumnya laju IHSG mampu bertahan di atas kisaran target support 4.750-4.813 dan bertahan di kisaran target resisten 4.887-4.915, sehingga memberikan peluang untuk kembali melanjutkan penguatan.
Namun, Reza mengingatkan, karena kenaikan yang terjadi dalam kondisi sideways maka perlu juga dicermati laju bursa saham global dan imbas rilis data-data ekonomi serta volume pembelian agar IHSG tidak sewaktu-waktu berubah arah melemah.
"Apalagi pekan depan kembali kita akan mengalami harpitnas di akhir pekan," kata dia, Senin (12/5/2014).
Sementara sepanjang pekan lalu, IHSG mengalami penguatan 59,38 poin atau 1,23 persen. Itu lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang melemah 58,88 poin 1,20 persen.
Semua indeks utama mayoritas menguat yang dipimpin indeks ISSI (1,57 persen) diikuti indeks JII (1,50 persen), indeks IDX30 (1,46 persen) dan indeks utama lainnya.
Sementara indeks sektoral bergerak menguat, di mana indeks pertambangan naik 3,42 persen dan diikuti indeks industri dasar 2,86 persen dan indeks properti 2,18 persen. Sedangkan pelemahan hanya dialami oleh indeks perdagangan 0,22 persen.
Adapun sejumlah data ekonomi yang patutdiperhatikan pada pekan ini, antara lain balance of trade, inflation rate, manufacture & industrial production India; NAB business confidence, home loans & house price index Australia; retail sales New Zealand; current account, GDP growth rate, & foreign bond+stock investment Jepang.
Selain itu, money supply, new yuan loans, retail sales, FDI & industrial production Tiongkok; current account & business confidence, industrial production, manufacturing production, unemployment rate, & retail sales Korea Selatan; ZEW economic sentiment index & inflation rate Jerman; current account & inflation rate Prancis.
Di samping itu, ZEW economic sentiment index & industrial production zona Eropa; claimant count change & unemployment rate Inggris; inflation rate Italia; inflation rate Spanyol; NFIB business optimism index, chain store sales, redbook, business inventories, MBA mortgage application, PPI & retail sales AS dan lainnya.
Sedangkan beberapa saham yang dapat diperhatikan sepanjang pekan ini, diantaranya ASII, BMRI, ADHI, MAIN, ICBP, SMSM, SSMS, INTP, WIKA, BBRI dan UNTR.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, IHSG pekan ini akan berada pada rentang support 4.750-4.813 dan resisten 4.887-4.915.
IHSG membentuk pola menyerupai evening star di bawah upper bollinger bands. MACD mulai berkurang kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R dan Stochastic tertahan kenaikannya dan cenderung turun.
Sebelumnya laju IHSG mampu bertahan di atas kisaran target support 4.750-4.813 dan bertahan di kisaran target resisten 4.887-4.915, sehingga memberikan peluang untuk kembali melanjutkan penguatan.
Namun, Reza mengingatkan, karena kenaikan yang terjadi dalam kondisi sideways maka perlu juga dicermati laju bursa saham global dan imbas rilis data-data ekonomi serta volume pembelian agar IHSG tidak sewaktu-waktu berubah arah melemah.
"Apalagi pekan depan kembali kita akan mengalami harpitnas di akhir pekan," kata dia, Senin (12/5/2014).
Sementara sepanjang pekan lalu, IHSG mengalami penguatan 59,38 poin atau 1,23 persen. Itu lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang melemah 58,88 poin 1,20 persen.
Semua indeks utama mayoritas menguat yang dipimpin indeks ISSI (1,57 persen) diikuti indeks JII (1,50 persen), indeks IDX30 (1,46 persen) dan indeks utama lainnya.
Sementara indeks sektoral bergerak menguat, di mana indeks pertambangan naik 3,42 persen dan diikuti indeks industri dasar 2,86 persen dan indeks properti 2,18 persen. Sedangkan pelemahan hanya dialami oleh indeks perdagangan 0,22 persen.
Adapun sejumlah data ekonomi yang patutdiperhatikan pada pekan ini, antara lain balance of trade, inflation rate, manufacture & industrial production India; NAB business confidence, home loans & house price index Australia; retail sales New Zealand; current account, GDP growth rate, & foreign bond+stock investment Jepang.
Selain itu, money supply, new yuan loans, retail sales, FDI & industrial production Tiongkok; current account & business confidence, industrial production, manufacturing production, unemployment rate, & retail sales Korea Selatan; ZEW economic sentiment index & inflation rate Jerman; current account & inflation rate Prancis.
Di samping itu, ZEW economic sentiment index & industrial production zona Eropa; claimant count change & unemployment rate Inggris; inflation rate Italia; inflation rate Spanyol; NFIB business optimism index, chain store sales, redbook, business inventories, MBA mortgage application, PPI & retail sales AS dan lainnya.
Sedangkan beberapa saham yang dapat diperhatikan sepanjang pekan ini, diantaranya ASII, BMRI, ADHI, MAIN, ICBP, SMSM, SSMS, INTP, WIKA, BBRI dan UNTR.
(rna)
Lihat Juga :