Harga minyak WTI tertinggi dalam tiga pekan
Rabu, 14 Mei 2014 - 21:26 WIB
Harga minyak WTI tertinggi dalam tiga pekan
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik ke level tertinggi dalam hampir tiga pekan, setelah laporan industri menunjukkan stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma jatuh. Demikian pula, minyak mentah Brent North Sea terus merangkak naik.
American Petroleum Institute (API) mencatat persediaan di Cushing, titik pengiriman berjangka WTI, menyusut 590.000 barel untuk data pekan lalu, sementara total pasokan minyak mentah naik. Hal ini mendorong minyak meningkat untuk hari ketiga.
Brent juga naik ke level tertinggi dalam dua pekan atas kekhawatiran meningkatnya ketegangan di Ukraina akan mengganggu pasokan energi global.
"Kami melihat penurunan di Cushing dalam laporan API dan yang pasti memberikan kita beberapa dukungan. Anda masih memiliki krisis yang sedang berlangsung di Ukraina yang memberikan latar dukungan," kata Phil Flynn, analis pasar senior Prices Futures Group, Chicago, AS, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (14/5/2014).
WTI untuk pengiriman Juni meningkat 35 sen, atau 0,3 persen ke angka USD102,05 pada pukul 09.07 di New York Mercantile Exchange, setelah naik ke USD102,32 per barel, harga intraday tertinggi sejak 24 April lalu. Volume seluruh minyak berjangka yang diperdagangkan dalam 100 hari rata-rata di atas 4,1 persen. Sementara dalam setahun komoditas berjangka naik 3,7 persen.
Minyak Brent untuk pengiriman Juni, yang berakhir besok, naik 46 sen atau 0,4 persen menjadi USD109,70 per barel di perdagangan ICE Futures Europe, London. Volume rata-rata di atas 46 persen dalam 100 hari. Patokan minyak Eropa itu diperdagangkan dengan premi sebesar USD7,65 untuk WTI, dibandingkan dengan USD7,54 kemarin.
Di sisi lain, Administrasi Informasi Energi (IEA) AS akan merilis laporan mingguan minyak hari ini. Di mana unit statistik Departemen Energi AS itu mengatakan, pasokan minyak mentah diperkirakan tidak berubah dalam tujuh hari yang berakhir 9 Mei, dari pekan sebelumnya.
Menurut IEA, persediaan di Cushing turun menjadi 24 juta barel dalam pekan yang berakhir 2 Mei lalu, tingkat terendah sejak Desember 2008. Sementara Menteri Energi AS Ernest Moniz saat ini sedang mengkaji pencabutan larangan ekspor minyak mentah, bila persediaan minyak terus meningkat.
American Petroleum Institute (API) mencatat persediaan di Cushing, titik pengiriman berjangka WTI, menyusut 590.000 barel untuk data pekan lalu, sementara total pasokan minyak mentah naik. Hal ini mendorong minyak meningkat untuk hari ketiga.
Brent juga naik ke level tertinggi dalam dua pekan atas kekhawatiran meningkatnya ketegangan di Ukraina akan mengganggu pasokan energi global.
"Kami melihat penurunan di Cushing dalam laporan API dan yang pasti memberikan kita beberapa dukungan. Anda masih memiliki krisis yang sedang berlangsung di Ukraina yang memberikan latar dukungan," kata Phil Flynn, analis pasar senior Prices Futures Group, Chicago, AS, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (14/5/2014).
WTI untuk pengiriman Juni meningkat 35 sen, atau 0,3 persen ke angka USD102,05 pada pukul 09.07 di New York Mercantile Exchange, setelah naik ke USD102,32 per barel, harga intraday tertinggi sejak 24 April lalu. Volume seluruh minyak berjangka yang diperdagangkan dalam 100 hari rata-rata di atas 4,1 persen. Sementara dalam setahun komoditas berjangka naik 3,7 persen.
Minyak Brent untuk pengiriman Juni, yang berakhir besok, naik 46 sen atau 0,4 persen menjadi USD109,70 per barel di perdagangan ICE Futures Europe, London. Volume rata-rata di atas 46 persen dalam 100 hari. Patokan minyak Eropa itu diperdagangkan dengan premi sebesar USD7,65 untuk WTI, dibandingkan dengan USD7,54 kemarin.
Di sisi lain, Administrasi Informasi Energi (IEA) AS akan merilis laporan mingguan minyak hari ini. Di mana unit statistik Departemen Energi AS itu mengatakan, pasokan minyak mentah diperkirakan tidak berubah dalam tujuh hari yang berakhir 9 Mei, dari pekan sebelumnya.
Menurut IEA, persediaan di Cushing turun menjadi 24 juta barel dalam pekan yang berakhir 2 Mei lalu, tingkat terendah sejak Desember 2008. Sementara Menteri Energi AS Ernest Moniz saat ini sedang mengkaji pencabutan larangan ekspor minyak mentah, bila persediaan minyak terus meningkat.
(dmd)
Lihat Juga :