Single Aplikasi diharapkan atasi kecurangan pembelian listrik

Kamis, 15 Mei 2014 - 20:31 WIB
Single Aplikasi diharapkan...
Single Aplikasi diharapkan atasi kecurangan pembelian listrik
A A A
Sindonews.com - Untuk menghindari terjadinya kecurangan saat pembelian token listrik prabayar, per tanggal 1 April lalu, PT PLN persero telah menerapkan sistem Single Aplikasi (SA) sebagai kendali PPOB (payment point online bank).

Deputy Manajer Mekanisme Niaga PT PLN Persero Distribusi Jateng dan DIY, Rudi Setyabudi mengatakan, melalui langkah tersebut semua loket PPOB harus mengikuti standarisasi. Kecepatan implementasi PPOB sistem SA ini tergantung kesiapan bank yang memiliki infastruktur akses transaksi data.

Ada bank yang cepat melakukan sinkronisasi data, ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama karena harus mengubah parameter dan menu transaksi. Seluruh bank diharapkan selesai melakukan sinkronisasi pada Juni 2014.

“Di Jateng dan DIY ada sekitar 110 ribu loket pembelian token termasuk loket milik PT Pos. Dengan jumlah yang cukup banyak itu tentu tidak semua bisa langsung disinkronisasi, butuh waktu,” ujarnya, Kamis (15/5/2014).

Rudi mengakui, sebelum sistem AS diterapkan masyarakat bisa mudah mendapatkan token, tetapi sekarang tidak semua tempat bisa melayani. "Seperti minimarket, loket-loket kecil ada yang bisa, ada pula yang belum. Tetapi masyarakat saat ini sudah bisa membeli token melalui kantor Pos, mobil konmuter, ATM-ATM bank, seperti BRI, Mandiri, dan Bukopin,” jelasnya.

Deputi Manager Komunikasi, Humas dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY, Supriyono menambahkan, guna mengatasi kesulitan pelanggan untuk bertransaksi pihak PLN telah mengerahkan mobil konmuter bekerjasama dengan PT BUEP dan PT Jogja Digital yang jumlahnya 124 kendaraan. "Seluruh mobil ini stanby di kantor-kantor PLN sehingga memudahkan pembayaran rekening listrik atau membeli token listrik prabayar," ujarnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Ratusan KK di Kabupten...
Ratusan KK di Kabupten Muara Enim Hidup Tanpa Listrik
PLN Siap Jalankan Keputusan...
PLN Siap Jalankan Keputusan Pemerintah Berikan Stimulus Listrik
2.415 Keluarga Kini...
2.415 Keluarga Kini Nikmati Listrik Berkat Donasi Pegawai PLN
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
1 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
2 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
3 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
4 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved