Ini jawaban Chatib IHSG tembus ke level 5.000
Jum'at, 16 Mei 2014 - 14:45 WIB
Ini jawaban Chatib IHSG tembus ke level 5.000
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari terakhir pekan ini berhasil balik arah menguat dan menembus level psikologis 5.000. IHSG menguat 19,70 poin atau 0,39 persen ke level 5.011,33.
Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan, sentimen ini disebabkan karena data Amerika Serikat tidak sebagus seperti yang diperkirakan, sehingga hal ini kemudian menembus arus modal ke emerging market.
"Dari segi sentimen global juga memang ada gejala, angkanya jepang GDP nya juga relatif baik. Sehingga seperti yg saya perkirakan orang berharap bahwa ekspor kita bisa lebih baik," ujar dia di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Jumat (16/5/2014).
Kemudian dari kombinasi internal, spekulasi arah dari pemilu agak lebih jelas. Dengan dua pasang yang ada, proses politiknya akan jauh lebih cepat. Kepastiannya akan menjadi lebih cepat dari pada kekhawatiran kalau prosesnya terjadi dua putaran.
"Sebetulnya ini tidak contemporary, karena gejala dari penguatan sudah terjadi dari awal tahun. Neraca pembayaran jauh lebih baik dari yang diperkirakan. Karena defisitnya 4,1. Makanya waktu rupiah ke Rp11.500 mendekati Rp11.600 ini temporary. Karena angka rupiah Rp11.200-Rp11.300 relatif terjadi sejak awal tahun," tambah dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, market memiliki ideologi profit. Jika pemilu terjadi satu putaran, ketidakpastian politik akan jauh lebih rendah.
"Tapi itu bukan hanya domestik tapi eksternal, disamping angka-angka kita bagus. Current acount jauh lebih bagus dari yang diperkirakan, inflasi lebih rendah, dan hasil dari SNV juga reinform bahwa fiskalnya solid," tandas dia.
Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan, sentimen ini disebabkan karena data Amerika Serikat tidak sebagus seperti yang diperkirakan, sehingga hal ini kemudian menembus arus modal ke emerging market.
"Dari segi sentimen global juga memang ada gejala, angkanya jepang GDP nya juga relatif baik. Sehingga seperti yg saya perkirakan orang berharap bahwa ekspor kita bisa lebih baik," ujar dia di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Jumat (16/5/2014).
Kemudian dari kombinasi internal, spekulasi arah dari pemilu agak lebih jelas. Dengan dua pasang yang ada, proses politiknya akan jauh lebih cepat. Kepastiannya akan menjadi lebih cepat dari pada kekhawatiran kalau prosesnya terjadi dua putaran.
"Sebetulnya ini tidak contemporary, karena gejala dari penguatan sudah terjadi dari awal tahun. Neraca pembayaran jauh lebih baik dari yang diperkirakan. Karena defisitnya 4,1. Makanya waktu rupiah ke Rp11.500 mendekati Rp11.600 ini temporary. Karena angka rupiah Rp11.200-Rp11.300 relatif terjadi sejak awal tahun," tambah dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, market memiliki ideologi profit. Jika pemilu terjadi satu putaran, ketidakpastian politik akan jauh lebih rendah.
"Tapi itu bukan hanya domestik tapi eksternal, disamping angka-angka kita bagus. Current acount jauh lebih bagus dari yang diperkirakan, inflasi lebih rendah, dan hasil dari SNV juga reinform bahwa fiskalnya solid," tandas dia.
(gpr)
Lihat Juga :