Harga rumah di China April naik lebih lambat

Minggu, 18 Mei 2014 - 12:36 WIB
Harga rumah di China...
Harga rumah di China April naik lebih lambat
A A A
Sindonews.com - Harga rumah baru di China naik lebih lambat di beberapa kota pada April, pengembang menawarkan diskon dan ekonomi melambat mendorong pelonggaran pembatasan properti di beberapa tempat.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (18/5/2014), harga rumah baru di China pada bulan lalu naik di 44 kota dari 70 kota yang teliti pemerintah dibandingkan dengan 56 kota pada Maret. Itu adalah kota paling sedikit dengan kenaikan harga sejak Oktober 2012, ketika terjadi kenaikan pada 35 kota secara bulanan.

Harga di Beijing naik 0,1 persen dari Maret, Biro Statistik Nasional China mengatakan dalam sebuah pernyataan hari ini atau paling lambat sejak September 2012. Sementara harga Shanghai meningkat 0,3 persen, kenaikan terkecil sejak November 2012.

Kota timur Hangzhou memiliki penurunan terbesar pada April dengan harga jatuh 0,7 persen dari bulan sebelumnya. "Kita akan melihat lebih banyak relaksasi kebijakan dalam beberapa bulan mendatang karena pemerintah daerah akan memiliki insentif lebih untuk melakukan hal ini sebagai slide pasar lebih lanjut," kata Ding Shuang, ekonom senior China berbasis di Hong Kong di Citigroup Inc.

Menurutnya, pembatasan pembelian rumah harus rileks untuk meningkatkan permintaan. Bank sentral China pada 13 Mei menyerukan kepada pemberi pinjaman untuk mempercepat pemberian KPR setelah meluncur penjualan rumah dan properti untuk membantu meningkatkan perekonomian di China.

Menurut China Real Estate Information Corp, pengembang termasuk China Vanke Co dan Greentown telah memotong harga properti sejak Maret untuk memikat pembeli.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
8 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
8 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
8 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
8 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
9 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved