Investor Norwegia Siapkan Rp380 T Sasar Properti Asia
Kamis, 22 Mei 2014 - 14:01 WIB
Investor Norwegia Siapkan Rp380 T Sasar Properti Asia
A
A
A
OSLO - Chief Investment Officer Real Estate dari Norges Bank Manajemen Investment, Karsten Kallevig memiliki anggaran USD33 miliar atau sekitar Rp380 triliun untuk dibelanjakan.
Setelah mendapatkan lampu hijau pada 2010 untuk memperluas pasar properti, fund investasi Norwegia dengan kekayaan senilai USD860 miliar itu telah membeli real estate di berbagai tempat, seperti Times Square dan Champs Elysees.
Menurut Kallevig, sekarang pihaknya memiliki strategi untuk fokus di 10-15 kota global, dan berupaya memasuki Asia untuk mengintensifkan ekspansi perusahaan. "Harus ada peningkatan signifikan dalam kecepatan berdasarkan itu," kata pria berusia 39 tahun tersebut, seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (22/5/2014).
Kallevig, yang bergabung dengan Norges Bank Manajemen Investment pada 2010, dari Grove International Partners, mengakui salah satu tantangan terbesarnya adalah menjaga kecepatan pertumbuhan fund untuk mengisi target alokasi aset real estat 5%.
Portofolio properti saat ini berada di angka USD10 miliar, atau 1,2 persen dari total keuangan. Dana mungkin akan tumbuh menjadi lebih dari USD61 miliar pada 2020, berdasarkan perkiraan pemerintah jika target 5 persen terpenuhi.
Untuk mengurangi kesalahan sangat besar, menurut Kallevig, fund akan berinvestasi di Washington, San Francisco, New York dan Boston.
Di Eropa, pihaknya menargetkan di London, Paris , Munich dan Berlin. Fund juga dapat mencari penawaran unik, seperti membeli kantor Zurich Credit Suisse (CSGN)'s USD1 miliar pada 2012 dan pusat perbelanjaan di Sheffield, Inggris.
Norwegia, produsen minyak dan gas terbesar di Eropa Barat, menempatkan sebagian besar pendapatan minyaknya ke dalam fund untuk melindungi ekonomi USD500 miliar dari overheating.
Investor mendapat suntikan modal pertama pada 1996, ditambah saham pada 1998 dan pasar negara berkembang pada 2000. Pemerintah diperbolehkan menggunakan target 4 persen laba untuk plug defisit anggaran. Fund tersebut diberi mandat untuk memegang 60 persen saham, 35 persen pada obligasi dan sisanya di real estate.i USD860 miliar itu telah membeli real estate di berbagai tempat, seperti Times Square dan Champs Elysees.
Menurut Kallevig, sekarang pihaknya memiliki strategi untuk fokus di 10-15 kota global, dan berupaya memasuki Asia untuk mengintensifkan ekspansi perusahaan. "Harus ada peningkatan signifikan dalam kecepatan berdasarkan itu," kata pria berusia 39 tahun tersebut.
Kallevig, yang bergabung dengan Norges Bank Manajemen Investment pada 2010, dari Grove International Partners, mengakui salah satu tantangan terbesarnya adalah menjaga kecepatan pertumbuhan fund untuk mengisi target alokasi aset real estat 5%.
Portofolio properti saat ini berada di angka USD10 miliar, atau 1,2 persen dari total keuangan. Dana mungkin akan tumbuh menjadi lebih dari USD61 miliar pada 2020, berdasarkan perkiraan pemerintah jika target 5 persen terpenuhi.
Untuk mengurangi kesalahan sangat besar, menurut Kallevig, fund akan berinvestasi di Washington, San Francisco, New York dan Boston.
Di Eropa, pihaknya menargetkan di London, Paris , Munich dan Berlin. Fund juga dapat mencari penawaran unik, seperti membeli kantor Zurich Credit Suisse (CSGN)'s USD1 miliar pada 2012 dan pusat perbelanjaan di Sheffield, Inggris.
Norwegia, produsen minyak dan gas terbesar di Eropa Barat, menempatkan sebagian besar pendapatan minyaknya ke dalam fund untuk melindungi ekonomi USD500 miliar dari overheating.
Investor mendapat suntikan modal pertama pada 1996, ditambah saham pada 1998 dan pasar negara berkembang pada 2000. Pemerintah diperbolehkan menggunakan target 4 persen laba untuk plug defisit anggaran. Fund tersebut diberi mandat untuk memegang 60 persen saham, 35 persen pada obligasi dan sisanya di real estate.
Setelah mendapatkan lampu hijau pada 2010 untuk memperluas pasar properti, fund investasi Norwegia dengan kekayaan senilai USD860 miliar itu telah membeli real estate di berbagai tempat, seperti Times Square dan Champs Elysees.
Menurut Kallevig, sekarang pihaknya memiliki strategi untuk fokus di 10-15 kota global, dan berupaya memasuki Asia untuk mengintensifkan ekspansi perusahaan. "Harus ada peningkatan signifikan dalam kecepatan berdasarkan itu," kata pria berusia 39 tahun tersebut, seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (22/5/2014).
Kallevig, yang bergabung dengan Norges Bank Manajemen Investment pada 2010, dari Grove International Partners, mengakui salah satu tantangan terbesarnya adalah menjaga kecepatan pertumbuhan fund untuk mengisi target alokasi aset real estat 5%.
Portofolio properti saat ini berada di angka USD10 miliar, atau 1,2 persen dari total keuangan. Dana mungkin akan tumbuh menjadi lebih dari USD61 miliar pada 2020, berdasarkan perkiraan pemerintah jika target 5 persen terpenuhi.
Untuk mengurangi kesalahan sangat besar, menurut Kallevig, fund akan berinvestasi di Washington, San Francisco, New York dan Boston.
Di Eropa, pihaknya menargetkan di London, Paris , Munich dan Berlin. Fund juga dapat mencari penawaran unik, seperti membeli kantor Zurich Credit Suisse (CSGN)'s USD1 miliar pada 2012 dan pusat perbelanjaan di Sheffield, Inggris.
Norwegia, produsen minyak dan gas terbesar di Eropa Barat, menempatkan sebagian besar pendapatan minyaknya ke dalam fund untuk melindungi ekonomi USD500 miliar dari overheating.
Investor mendapat suntikan modal pertama pada 1996, ditambah saham pada 1998 dan pasar negara berkembang pada 2000. Pemerintah diperbolehkan menggunakan target 4 persen laba untuk plug defisit anggaran. Fund tersebut diberi mandat untuk memegang 60 persen saham, 35 persen pada obligasi dan sisanya di real estate.i USD860 miliar itu telah membeli real estate di berbagai tempat, seperti Times Square dan Champs Elysees.
Menurut Kallevig, sekarang pihaknya memiliki strategi untuk fokus di 10-15 kota global, dan berupaya memasuki Asia untuk mengintensifkan ekspansi perusahaan. "Harus ada peningkatan signifikan dalam kecepatan berdasarkan itu," kata pria berusia 39 tahun tersebut.
Kallevig, yang bergabung dengan Norges Bank Manajemen Investment pada 2010, dari Grove International Partners, mengakui salah satu tantangan terbesarnya adalah menjaga kecepatan pertumbuhan fund untuk mengisi target alokasi aset real estat 5%.
Portofolio properti saat ini berada di angka USD10 miliar, atau 1,2 persen dari total keuangan. Dana mungkin akan tumbuh menjadi lebih dari USD61 miliar pada 2020, berdasarkan perkiraan pemerintah jika target 5 persen terpenuhi.
Untuk mengurangi kesalahan sangat besar, menurut Kallevig, fund akan berinvestasi di Washington, San Francisco, New York dan Boston.
Di Eropa, pihaknya menargetkan di London, Paris , Munich dan Berlin. Fund juga dapat mencari penawaran unik, seperti membeli kantor Zurich Credit Suisse (CSGN)'s USD1 miliar pada 2012 dan pusat perbelanjaan di Sheffield, Inggris.
Norwegia, produsen minyak dan gas terbesar di Eropa Barat, menempatkan sebagian besar pendapatan minyaknya ke dalam fund untuk melindungi ekonomi USD500 miliar dari overheating.
Investor mendapat suntikan modal pertama pada 1996, ditambah saham pada 1998 dan pasar negara berkembang pada 2000. Pemerintah diperbolehkan menggunakan target 4 persen laba untuk plug defisit anggaran. Fund tersebut diberi mandat untuk memegang 60 persen saham, 35 persen pada obligasi dan sisanya di real estate.
(dmd)
Lihat Juga :