Laju IHSG Akhir Pekan Berpeluang Positif
Jum'at, 23 Mei 2014 - 08:23 WIB
Laju IHSG Akhir Pekan Berpeluang Positif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbuka peluang untuk kembali mencatat kenaikan pada akhir perdagangan pekan ini, jika dibarengi aksi beli dari pelaku pasar.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, three inside up di atas middle bollinger band (MBB ). MACD mencoba berbalik naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba melanjutkan kenaikan.
IHSG kemarin sempat berada di kisaran target resisten 4.925-4.945 dan mampu melewati target tersebut. Tetapi, juga meninggalkan utang gap 4.913-4.926.
“Diharapkan utang gap ini tidak terlalu menghambat peluang kenaikan lanjutan dari IHSG. Tentu saja peluang kenaikan ini harus dibarengi dengan peningkatan volume beli dari pelaku pasar,“ kata dia dalam risetnya, Jumat (23/5/2014).
Pada perdagangan hari ini, dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.920-4.958. Sedangkan resisten berada dalam kisaran 4.978-4.985.
Kemarin, penguatan pada saham-saham pertambangan yang dibarengi dengan kenaikan pada saham-saham perkebunan membuat IHSG melesat melanjutkan penguatan sebelumnya.
Kondisi itu sesuai dengan perkiraan sebelumnya, di mana Trust Securities menyatakan bahwa kondisi ini dapat membuka peluang kenaikan lanjutan, namun dengan asumsi masih adanya pembelian bertahap dari pelaku pasar dengan memanfaatkan rendahnya harga-harga saham.
“Tampaknya pelaku pasar benar-benar memanfaatkan rendahnya beberapa harga saham untuk diakumulasi,“ imbuh dia.
Di sisi lain, kebetulan juga laju bursa saham Amerika Serikat (AS) menghijau dan berimbas positif pada laju bursa saham Asia dan IHSG pun ikut terkena dampak hijaunya. Meski laju rupiah masih terpeleset di zona merah, namun kembalinya nett buy asing dapat mengimbanginya, sehingga IHSG kembali melanjutkan tren menghijaunya.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.974,13 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.926,07 di mid sesi 1 dan berakhir di level 4.969,88. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, three inside up di atas middle bollinger band (MBB ). MACD mencoba berbalik naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba melanjutkan kenaikan.
IHSG kemarin sempat berada di kisaran target resisten 4.925-4.945 dan mampu melewati target tersebut. Tetapi, juga meninggalkan utang gap 4.913-4.926.
“Diharapkan utang gap ini tidak terlalu menghambat peluang kenaikan lanjutan dari IHSG. Tentu saja peluang kenaikan ini harus dibarengi dengan peningkatan volume beli dari pelaku pasar,“ kata dia dalam risetnya, Jumat (23/5/2014).
Pada perdagangan hari ini, dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.920-4.958. Sedangkan resisten berada dalam kisaran 4.978-4.985.
Kemarin, penguatan pada saham-saham pertambangan yang dibarengi dengan kenaikan pada saham-saham perkebunan membuat IHSG melesat melanjutkan penguatan sebelumnya.
Kondisi itu sesuai dengan perkiraan sebelumnya, di mana Trust Securities menyatakan bahwa kondisi ini dapat membuka peluang kenaikan lanjutan, namun dengan asumsi masih adanya pembelian bertahap dari pelaku pasar dengan memanfaatkan rendahnya harga-harga saham.
“Tampaknya pelaku pasar benar-benar memanfaatkan rendahnya beberapa harga saham untuk diakumulasi,“ imbuh dia.
Di sisi lain, kebetulan juga laju bursa saham Amerika Serikat (AS) menghijau dan berimbas positif pada laju bursa saham Asia dan IHSG pun ikut terkena dampak hijaunya. Meski laju rupiah masih terpeleset di zona merah, namun kembalinya nett buy asing dapat mengimbanginya, sehingga IHSG kembali melanjutkan tren menghijaunya.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.974,13 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.926,07 di mid sesi 1 dan berakhir di level 4.969,88. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :