BTN Akan Diuntungkan jika Diakuisisi Mandiri
Jum'at, 23 Mei 2014 - 13:58 WIB
BTN Akan Diuntungkan jika Diakuisisi Mandiri
A
A
A
JAKARTA - Pengajar Universitas 17 Agustus Jakarta Marolop Alberth Nainggolan mengungkapkan, bank BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong perekonomian nasional.
Karena itu, bank BUMN harus kuat, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan siap menghadapi agresitifitas bank-bank asing yang masuk ke Indonesia.
"Konsolidasi Bank BUMN merupakan kunci bagi penguatan sistem perbankan nasional," kata dia, Jumat (23/5/2014).
Menurutnya, langkah ini akan menguntungkan pemerintah, baik untuk membiayai perekonomian maupun bersaing dengan bank-bank asing yang juga sudah melakukan konsolidasi lebih cepat.
Dia menjelaskan, konsolidasi perbankan tidak perlu menunggu pemerintah baru. Ini program yang sudah ada sejak sepuluh tahun lalu, namun tidak bisa dieksekusi.
Marolop menambahkan, akuisisi Bank BTN oleh Mandiri merupakan salah satu agenda penting pemerintah yang seharusnya menjadi prioritas. Bertahun-tahun BTN berjuang untuk menjalankan fungsinya menjadi bank perumahan guna mendukung program pemerintah.
Namun, akibat likuiditas yang semakin terbatas, peran BTN dalam menopang pembiayaan perumahan masih sangat kecil. Meski BTN menjadi bank penyalur KPR terbesar, namun backlog perumahan hingga saat ini terus melonjak hingga 15 juta unit. Backlog sebesar itu tidak akan terjadi jika BTN menjadi bank yang kuat, yang didukung oleh modal besar, sumber dana yang besar serta manajemen dan jaringan yang lebih efisien.
Akuisisi BTN, lanjut Marolop, akan menguntungkan BTN karena bank ini butuh dukungan pembiayaan yang besar. Kebutuhan pendanaan KPR masih sangat tinggi dan dana pihak ketiga Mandiri dapat mendukung BTN menjalankan fungsinya sebagai bank perumahan dengan lebih baik.
Keberadaan Bank Mandiri di BTN, akan mendorong BTN lebih cepat memajukan pilar bankingnya, serta dapat mentransformasi BTN menjadi bank tabungan berdana murah bagi masyarakat, sehingga peran BTN sebagai bank perumahan akan lebih banyak dirasakan masyarakat.
Dia menjelaskan, konsolidasi Bank BUMN merupakan langkah terbaik untuk mengatasi kebutuhan pembiayaan perekonomian Indonesia yang semakin besar. Posisi Indonesia yang sudah masuk ke negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar nomor sepuluh di dunia, harus disikapi pemerintah dengan memperkuat bank BUMN.
"Akuisisi BTN oleh Mandiri tidak akan merubah struktur kepemilikan pemegang saham. Pemerintah masih tetap mengontrol dan menjalankan fungsi BTN sebagai bank perumahan, bahkan diperbesar lagi," ujarnya.
Sementara, dengan akuisisi ini, lanjut dia, akan semakin kuat untuk menjadi leader dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Karena itu, bank BUMN harus kuat, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan siap menghadapi agresitifitas bank-bank asing yang masuk ke Indonesia.
"Konsolidasi Bank BUMN merupakan kunci bagi penguatan sistem perbankan nasional," kata dia, Jumat (23/5/2014).
Menurutnya, langkah ini akan menguntungkan pemerintah, baik untuk membiayai perekonomian maupun bersaing dengan bank-bank asing yang juga sudah melakukan konsolidasi lebih cepat.
Dia menjelaskan, konsolidasi perbankan tidak perlu menunggu pemerintah baru. Ini program yang sudah ada sejak sepuluh tahun lalu, namun tidak bisa dieksekusi.
Marolop menambahkan, akuisisi Bank BTN oleh Mandiri merupakan salah satu agenda penting pemerintah yang seharusnya menjadi prioritas. Bertahun-tahun BTN berjuang untuk menjalankan fungsinya menjadi bank perumahan guna mendukung program pemerintah.
Namun, akibat likuiditas yang semakin terbatas, peran BTN dalam menopang pembiayaan perumahan masih sangat kecil. Meski BTN menjadi bank penyalur KPR terbesar, namun backlog perumahan hingga saat ini terus melonjak hingga 15 juta unit. Backlog sebesar itu tidak akan terjadi jika BTN menjadi bank yang kuat, yang didukung oleh modal besar, sumber dana yang besar serta manajemen dan jaringan yang lebih efisien.
Akuisisi BTN, lanjut Marolop, akan menguntungkan BTN karena bank ini butuh dukungan pembiayaan yang besar. Kebutuhan pendanaan KPR masih sangat tinggi dan dana pihak ketiga Mandiri dapat mendukung BTN menjalankan fungsinya sebagai bank perumahan dengan lebih baik.
Keberadaan Bank Mandiri di BTN, akan mendorong BTN lebih cepat memajukan pilar bankingnya, serta dapat mentransformasi BTN menjadi bank tabungan berdana murah bagi masyarakat, sehingga peran BTN sebagai bank perumahan akan lebih banyak dirasakan masyarakat.
Dia menjelaskan, konsolidasi Bank BUMN merupakan langkah terbaik untuk mengatasi kebutuhan pembiayaan perekonomian Indonesia yang semakin besar. Posisi Indonesia yang sudah masuk ke negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar nomor sepuluh di dunia, harus disikapi pemerintah dengan memperkuat bank BUMN.
"Akuisisi BTN oleh Mandiri tidak akan merubah struktur kepemilikan pemegang saham. Pemerintah masih tetap mengontrol dan menjalankan fungsi BTN sebagai bank perumahan, bahkan diperbesar lagi," ujarnya.
Sementara, dengan akuisisi ini, lanjut dia, akan semakin kuat untuk menjadi leader dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
(izz)
Lihat Juga :