Komunitas Kretek Nilai Sampoerna Hany Mau Untung

Senin, 26 Mei 2014 - 13:17 WIB
Komunitas Kretek Nilai...
Komunitas Kretek Nilai Sampoerna Hany Mau Untung
A A A
JAKARTA - Penutupan dua pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) di Lumajang dan Jember, bukan semata karena turunnya pasar.

Koordinator Nasional Komunitas Kretek, Abhisam mengakui perubahan selera konsumen penikmat rokok kretek itu wajar, termasuk dari SKT ke Sigaret Kretek Mesin (SKM).

"Apakah penurunan itu memadai untuk diambil kebijakan penutupan pabrik?" tegas Abhisam dalam rilisnya, Senin (26/5/2014).

Dia juga menjelaskan, di antara komsumen kretek selalu terdapat consumer swinging dari konsumsi satu merek kretek ke kretek lainnya. Semua pabrik mengalami perubahan. "Setiap tahun selalu ada perubahan, dan itu biasa. Tapi kenapa kali ini sampai menutup pabrik?" ujarnya.

Abhisam menuduh adanya skenario mengganti kretek menjadi rokok putih, mengingat Sampoerna kini di bawah kendali Philip Morris. "Kalaupun tren SKT menurun, seharusnya pabrik kecil lebih dulu bangkrut karena modalnya lebih kecil. Tapi kenyataannya kan tidak," jelasnya.

Apalagi, menurut Abhisam, laporan tahunan HMS 2013 menunjukkan secara kesuluruhan portofolio HMS mengalami pertumbuhan meskipun SKT Sampoerna mengalami penurunan.

"Bahkan Sampoerna mengakui, portofolio SKT Sampoerna mempertahan posisi teratas di segmen SKT," katanya.

Menurutnya, Sampoerna tidak bisa menutup pabrik dengan alasan pasar SKT mengalami penurunan. "Bagaimana mungkin Sampoerna menutup pabrik dengan alasan mengalami kerugian, padahal dividennya mencapai Rp9,95 triliun," kata Abhisam.

Dari kasus penutupan pabrik ini, pihaknya menuduh Sampoerna tidak punya keberpihakan terhadap kretek. SKT adalah industri rokok padat karya dan warisan budaya.

"Khusus SKT, harusnya cukup Sampoerna mempertahankan. Karena SKT banyak menyerap tenaga kerja. Sayangnya Sampoerna hanya mau untungya saja," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
6 menit yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
36 menit yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
2 jam yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
2 jam yang lalu
Infografis
Mau Caplok Gaza, Anggota...
Mau Caplok Gaza, Anggota Parlemen AS Ingin Trump Dimakzulkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved