Siapkan Rp1 T SMGR Kembali Incar Perusahaan di Vietnam
Senin, 26 Mei 2014 - 20:44 WIB
Siapkan Rp1 T SMGR Kembali Incar Perusahaan di Vietnam
A
A
A
PADANG - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) hingga kini masih serius dalam menggarap pasar semen kawasan Asia Tenggara. Selain Bangladesh, perusahaan ini juga tengah berupaya memperkuat kerja sama dengan Vietnam.
"Ada beberapa pilihan yang bisa kami lakukan, menambah pabrik baru atau akuisisi," jelas Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk Dwi Soetjipto di Padang, Senin (26/5/2014).
Dwi mengatakan, akuisisi ini sebuah perusahaan lokal bakal menjadi incaran emiten pelat merah ini. Namun, Dwi memastikan nilai investasinya lebih murah dibanding harga akuisisi Thang Long Cement Company (TLCC) yang dilakukan SMGR beberapa waktu silam.
Persiapan dana yang diestimasi jika ada akuisisi di perkirakan sebesar Rp1 triliun. Sebab, produksi semen di sana masih belum begitu besar, masih sekitar 2,3-2,5 juta ton per tahun. Jika langkah ini diambil, SMGR juga memastikan bakal mengambil posisi sebagai pemegang saham mayoritas.
"Kalau akuisisi, kami sudah bertemu dengan tiga perusahaan, akan kami lihat mana yang terbaik," ujar Dwi.
Tapi, jika ternyata ke depan hanya mengeksekusi tambahan pabrik baru, maka pengelolaannya nanti ada di bawah kendali TLCC. Yang jelas, soal demografi juga menjadi pertimbangan perusahaan.
Pasar semen Vietnam terbagi dua, Vietnam Selatan dan Vietnam Utara yang pada dasarnya kedua wilayah tersebut saling melengkapi. "Sementara, pasar di Vietnam Selatan lebih bagus, tapi suplainya lebih banyak terdapat di Vietnam Utara," ungkap Dwi.
Sekedar mengingatkan, SMGR sudah menapakan kakinya di Vietnam beberapa tahun belakangan ini. Desember 2012 lalu SMGR menuntaskan akuisisi atas TLCC. SMGR memegang kendali 70% atas perusahaan semen asal Vietnam tersebut.
"Ada beberapa pilihan yang bisa kami lakukan, menambah pabrik baru atau akuisisi," jelas Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk Dwi Soetjipto di Padang, Senin (26/5/2014).
Dwi mengatakan, akuisisi ini sebuah perusahaan lokal bakal menjadi incaran emiten pelat merah ini. Namun, Dwi memastikan nilai investasinya lebih murah dibanding harga akuisisi Thang Long Cement Company (TLCC) yang dilakukan SMGR beberapa waktu silam.
Persiapan dana yang diestimasi jika ada akuisisi di perkirakan sebesar Rp1 triliun. Sebab, produksi semen di sana masih belum begitu besar, masih sekitar 2,3-2,5 juta ton per tahun. Jika langkah ini diambil, SMGR juga memastikan bakal mengambil posisi sebagai pemegang saham mayoritas.
"Kalau akuisisi, kami sudah bertemu dengan tiga perusahaan, akan kami lihat mana yang terbaik," ujar Dwi.
Tapi, jika ternyata ke depan hanya mengeksekusi tambahan pabrik baru, maka pengelolaannya nanti ada di bawah kendali TLCC. Yang jelas, soal demografi juga menjadi pertimbangan perusahaan.
Pasar semen Vietnam terbagi dua, Vietnam Selatan dan Vietnam Utara yang pada dasarnya kedua wilayah tersebut saling melengkapi. "Sementara, pasar di Vietnam Selatan lebih bagus, tapi suplainya lebih banyak terdapat di Vietnam Utara," ungkap Dwi.
Sekedar mengingatkan, SMGR sudah menapakan kakinya di Vietnam beberapa tahun belakangan ini. Desember 2012 lalu SMGR menuntaskan akuisisi atas TLCC. SMGR memegang kendali 70% atas perusahaan semen asal Vietnam tersebut.
(izz)
Lihat Juga :