Defisit NPI Kuartal I/2014 Meningkat Tajam

Selasa, 03 Juni 2014 - 15:19 WIB
Defisit NPI Kuartal...
Defisit NPI Kuartal I/2014 Meningkat Tajam
A A A
JAKARTA - Kementrian Perdagangan mencatat Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) bulan April 2014 mengalami defisit USD2 miliar, yang terdiri dari defisit neraca perdagangan migas USD1,1 miliar dan defisit neraca perdagamgan nonmigas USD0,9 miliar.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, defisit terjadi dikarenakan impor migas yang sangat besar. Selain itu, defisit ini sesuai dengan tren yang terjadi setiap tahun, dimana impor migas setiap bulan April meningkat tajam.

"Defisit neraca perdagangan nonmigas di April 2014 khususnya dipicu oleh penurunan ekspor nonmigas sebesar 7,1% MoM, sementara impornya naik hingga 19,3%," katanya di kantor kementrian Perdagangan Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Pada April tahun lalu dijelaskan Lutfi, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit USD1,7 miliar, yang disebabkan oleh defisit neraca perdagangan nonmigas sebesar USD0,5 miliar dan migas USD1,2 miliar.

Lebih lanjut, data empiris selama ini menunjukkan kinerja ekspor Indonesia terutama sektor nonmigas mengalami pelemahan. Kondisi ini dinilai Lutfi harus diwaspadai.

"Ekspor nonmigas cenderung mengalami penurunan, sementara ekspor migas cenderung menguat meskipun pertumbuhannya masih negatif," ungkapnya.

Disisi lain, lanjutnya, meskipun impor migas masih terus meningkat, namun pertumbuhannya justru melemah. Sementara itu, impor nonmigas cenderung menurun. "Kami, Kementrian Perdagangan akan terus memantau tren perkembangan ekspor impor agar dapat menyikapi secara positif," ujarnya.

Meskipun demikian, dalam mengantisipasi tren tahunan setiap bulan April ini, pemerintah telah berhasil membukukan surplus dalam tiga bulan sebelumnya yaitu Januari-Maret, sehingga neraca perdagangan kuartal I/2014 lebih baik 554,8% dibandingkan kuartal I/2013.

"Secara kumulatif, neraca perdagangan selama Januari hingga April 2014 mengalami defisit USD0,9 miliar, terdiri dari surplus nonmigas USD3,3 miliar dan defisit migas USD4,2 miliar," tutup Lutfi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Ekspor Terus Turun,...
Ekspor Terus Turun, Ekonom Khawatir Akan Ada PHK Massal
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
28 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
44 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
Bukti Risiko Bumi Dihantam...
Bukti Risiko Bumi Dihantam Asteroid Semakin Meningkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved