Ali Wardhana Raih Penghargaan dari FEUI

Jum'at, 06 Juni 2014 - 12:18 WIB
Ali Wardhana Raih Penghargaan...
Ali Wardhana Raih Penghargaan dari FEUI
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan RI era 1960-an yang pernah menjabat selama 15 tahun, Ali Wardhana meraih penghargaan Wirakarya Adhitama (Lifetime Achievement Award) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) dan Ikatan Lulusan Universitas Indonesia (ILUNI) FEUI.

Penghargaan Wirakarya Adhitama ini diberikan bagi tokoh FEUI yang secara konsisten menunjukkan sumbangan pemikirannyya untuk menentukan arah, strategi, dan kebijakan pembangunan Indonesia.

"Saya bangga bisa menerima penghargaan (Wirakarya Adhitama) ini dari FEUI. Saya harap generasi muda bisa lebih baik ke depannya," ungkap Ali dalam acara Penganugerahan Penghargaan Wirakarya Adhitama di CIMB Niaga Financial Club, Jakarta, Jumat (6/6/2014).

Ali adalah salah satu anggota penasehat ekonomi orde baru dan pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Industri dan Pengawasan Pembangunan selama 5 tahun antara tahun 1983-1988.

Sebelumnya dia juga pernah menjadi Menteri Keuangan selama 15 tahun untuk periode 1968-1983, dan pernah menjabat sebagai dekan FEUI selama 10 tahun sejak 1967-1978.

Pada September 1971, Ali terpilih sebagai Ketua Board of Governors Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional untuk periode 1971-1972. Jabatan yang pernah dipegang Ali menggambarkan bahwa Ali adalah sosok multipower, yaitu sosok yang pernah memegang tiga jabatan penting.

Sebagai Menteri Keuangan, Ali berperan besar untuk meredam hyperinflation dalam dua tahun pada periode 1966-1968, pada 1966 inflasi pernah mencapai 650%, pada 1967 laju inflasi diturunkan menjadi 112% dan menjadi 85% di 1968, kemudian kembali turun drastis menjadi 10% pada 1969.

Ali juga memperkenalkan disiplin fiskal APBN dengan kebijakan kebijakan yang dibuatnya, Indonesia berhasil memanfaatkan "Rejeki Uang Minyak" selama periode oil boom pada 1973-1982 bagi penguatan pembangunan nasional dan berhasil menghindari dampak negatif the dutch disease yang pernah terjadi di Nigeria dan Iran.

Sebelumnya, penghargaan ini telah diberikan kepada Widjojo Nitisastro pada 2008. Beliau telah memberikan sumbangsih yang besar kepada pembangunan bangsa.

Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur BI Agus Martowardojo, Menteri Keuangan Chatib Basri, Wamenkeu Bambang PS Brodjonegoro, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
30 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved