Kadin Eropa Keluhkan Sanksi BPJS

Sabtu, 07 Juni 2014 - 14:35 WIB
Kadin Eropa Keluhkan...
Kadin Eropa Keluhkan Sanksi BPJS
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Eropa (Eurocham) mengeluhkan peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang akan memberikan sanksi tegas bagi perusahaan yang tidak ikut dalam program jaminan sosial.

Deputy Head Eurocham, Prawira Atmadja mengatakan sanksi tersebut menjadi kekhawatiran bagi perusahaan. Sebab, pihaknya sudah memberikan jaminan sosial berupa asuransi demi kesejahteraan karyawan.

"Masalah pensiun, jaminan kesehatan, yang menjadi kekhawatiran. Di satu pihak kami gembira, tapi khawatir juga karena UU BPJS punya sanksi. Kami ingin taat peraturan, karena ada unsur sanksi. Apa yang kami sudah lakukan sekarang apa cukup atau gimana. Proses implementasi jadi double cover baik jaminan kesehatan atau pensiun," ujarnya dalam acara Polemik Sindo Trijaya FM di Waroeng Daun, Jakarta, Sabtu (7/6/2014).

Atas adanya kewajiban tersebut, lanjut dia, perusahaan akan terbebani cost operational yang naik. Dia menyarankan, program jaminan sosial dan kesehatan BPJS diintegrasikan dengan program asuransi yang sudah diikutinya.

"Dengan yang ada sekarang kami double deep. Walaupun beroperasi di Indonesia, kami memberikan kesejahteraan yang baik," tegasnya.

Meski demikian, kata Prawira, pihaknya akan berusaha menaati peraturan yang telah digariskan pemerintah Indonesia. "Buat kami yang ditegaskan adalah biaya tinggi tidak perlu itu satu hal yang harus kami bayarkan. Ya, pasti kami akan ikuti. Terutama perusahaan-perusahaan Eropa karena kita bisa katakan, bahwa kami berusaha menaati pertaturan. Kalau itu diterapkan, kami akan berusaha menjalankan," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
11 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
40 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved