Rupiah Ditutup Terdepresiasi ke Rp11.815/USD
Selasa, 10 Juni 2014 - 16:42 WIB
Rupiah Ditutup Terdepresiasi ke Rp11.815/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berakhir terdepresiasi di tengah terapresiasinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.815 per USD. Posisi tersebut melemah 36 poin dibanding penutupan hari sebelumnya pada level Rp11.779 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.793 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp11.793 per USD dan terlemah di level Rp11.818 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini juga berakhir pada level Rp11.815 per USD, dengan kisaran harian Rp11.778-11.823 per USD. Posisi ini terdepresiasi 36 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.779 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.818 per USD. Posisi sore ini melemah 7 poin dibanding posisi hari sebelumnya di level Rp11.811 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.806 per USD. Posisi ini terdepresiasi 16 poin dibanding penutupan Senin (9/6/2014) di level Rp11.790 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah tertekan USD lantaran membaiknya data pengangguran di Amerika Serikat (AS). "Hal itu di tengah membaiknya kondisi politik di dalam negeri menjelang pemilihan presiden pada 9 Juli 2014 mendatang," kata dia, Selasa (10/6/2014).
Sementara IHSG sore ini berhasil ditutup menguat didukung aksi beli asing. IHSG berakhir melonjak 61,01 poin atau 1,25% ke level 4.946,09.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,41 triliun dengan 4,57 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp278,68 miliar. Tercatat 220 saham naik, 87 saham melemah dan 97 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.815 per USD. Posisi tersebut melemah 36 poin dibanding penutupan hari sebelumnya pada level Rp11.779 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.793 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp11.793 per USD dan terlemah di level Rp11.818 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini juga berakhir pada level Rp11.815 per USD, dengan kisaran harian Rp11.778-11.823 per USD. Posisi ini terdepresiasi 36 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.779 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.818 per USD. Posisi sore ini melemah 7 poin dibanding posisi hari sebelumnya di level Rp11.811 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.806 per USD. Posisi ini terdepresiasi 16 poin dibanding penutupan Senin (9/6/2014) di level Rp11.790 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah tertekan USD lantaran membaiknya data pengangguran di Amerika Serikat (AS). "Hal itu di tengah membaiknya kondisi politik di dalam negeri menjelang pemilihan presiden pada 9 Juli 2014 mendatang," kata dia, Selasa (10/6/2014).
Sementara IHSG sore ini berhasil ditutup menguat didukung aksi beli asing. IHSG berakhir melonjak 61,01 poin atau 1,25% ke level 4.946,09.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,41 triliun dengan 4,57 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp278,68 miliar. Tercatat 220 saham naik, 87 saham melemah dan 97 saham stagnan.
(rna)