WTI Dekati Harga Tertinggi dalam Tiga Bulan

Rabu, 11 Juni 2014 - 10:46 WIB
WTI Dekati Harga Tertinggi...
WTI Dekati Harga Tertinggi dalam Tiga Bulan
A A A
MELBOURNE - Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati harga tertinggi dalam tiga bulan di tengah spekulasi menurunnya persediaan minyak mentah untuk pekan kedua di Amerika Serikat (AS) sebagai konsumen minyak terbesar di dunia. Sementara harga minyak brent stabil di London.

Kontrak di pasar berjangka di New York sedikit berubah setelah kemarin turun 0,1%. Survei yang dilakukan Bloomberg berdasarkan data Energy Information Administration menyebutkan bahwa stok minyak mentah kemungkinan susut 2 juta barel pada pekan lalu menjadi 387,5 ribu barel.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menyatakan mereka nyaman dengan pasokan global dan permintaan minyak mentah sebelum rapat di Wina, Austria untuk memutuskan batas produksi kolektif.

"Harga minyak didorong membaiknya prospek pertumbuhan di AS, tapi dipengaruhi tingginya pasokan. Jumlah persedian malam ini kemungkinan dapat menceritakan bagaimana pasar akan menanganinya," kata kepala Strategi CMC Markets Ric Spooner seperti dilansir Bloomberg, Rabu (11/6/2014).

Harga minyak WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Juli berada di harga USD104,46 per barel atau naik 11 sen. Kontrak tetap di harga USD104,41. Semua volume di pasar berjangka yang diperdagangankan sekitar 49% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah meningkat 6,1% sepanjang tahun ini.

Sementara harga minyak brent untuk pengiriman Juli di ICE Futures Europe, London naik 22 sen menjadi USD109,74 per barel. Selisih minyak mentah patokan Eropa terhadap WTI sebesar USD5,27.

Sementara Menteri perminyakan dari Angola, Ekuador, Kuwait dan Venezuela mengatakan mereka mengantisipasi bahwa OPEC akan mempertahankan kuotanya sebesar 30 juta barel per hari (bph). Saudi Arabia, Libya, Nigeria, dan Uni Emirat Arab mengatakan pasokan akan disesuai dengan permintaan.

Menteri Irak mengatakan, ada indikasi batas produksi minyak akan dipertahankan, sedangkan mitranya dari Iran juga berharap tidak ada perubahan.

Sebanyak 10 negara menyumbang sekitar 28,2 juta bph dari produksi minyak di bulan Mei. Sementara Menteri dari Aljazair dan Qatar menolak mengomentari pasar atau produksi OPEC, kemarin. Pertemuan kelompok pertama sejak Desember akan digelar hari ini.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
6 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
48 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
56 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved