Bos Mitratel Terpilih Jadi Ketum Aspimtel

Rabu, 11 Juni 2014 - 16:20 WIB
Bos Mitratel Terpilih...
Bos Mitratel Terpilih Jadi Ketum Aspimtel
A A A
JAKARTA - CEO PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) David Bangun terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (Aspimtel).

Hal ini diputuskan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Aspimtel 2014 yang diadakan di Balai Kartini, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh perusahaan-perusahaan penyedia menara telekomunikasi, operator, regulator, dan perbankan.

Menurut David, Aspimtel akan terus berupaya untuk mengoptimalkan perannya dalam industri, baik dalam memberikan usulan-usulan dan langkah-langkah demi kemajuan industri.

"Dengan kepengurusan yang baru ini diharapkan dapat menjadi pembaruan dan terus meningkatkan peran dan fungsi asosiasi ini," ujar David dalam rilisnya, Rabu (11/6/2014).

Dalam laporan kepengurusan sebelumnya, Ketua Umum Aspimtel periode sebelumnya, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa saat ini anggota Aspimtel telah memiliki lebih dari 30 ribu menara di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke di lebih dari 430 kabupaten/kota di Indonesia.

Hal ini merupakan infrastruktur pendukung dari layanan telekomunikasi di wilayah Indonesia yang diselenggarakan oleh para operator telekomunikasi seluler.

Dalam diskusi peningkatan kemitraan, Aspimtel juga berharap dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu adanya pungutan retribusi pengendalian menara telekomunikasi sebagai adanya implementasi UU No.28/2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah merupakan permasalahan-permasalahan dalam kaitan dengan Pemerintah Daerah dan Menara. Sementara pengusaha menara belum merasakan dampak yang signifikan dari adanya pungutan daerah tersebut.

"Idealnya dengan adanya retribusi pemerintah daerah, maka ada fasilitas yang kami dapatkan. Misalnya adanya petugas pengawas menara yag bertugas melakukan pengecekan menara-menara telkomunikasi secara berkala agar tetap sesuai dengan ketentuan dan tidak membahayakan bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian pengawasan terhadap menara-menara telekomunikasi menjadi lebih tertib dan objektif," papar Trenggono.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Melanjutkan 10 Tahun...
Melanjutkan 10 Tahun Pemerataan Infrastruktur Telekomunikasi ke Era Prabowo-Gibran
Mitratel Kembali Akuisisi...
Mitratel Kembali Akuisisi 6.000 Menara Telekomunikasi Telkomsel
KNPI Desak Pemerintah...
KNPI Desak Pemerintah Revisi PP 52 dan 53 Agar Komunikasi Merata di Masa Pandemi
Aksi Buyback Jadi Katalis...
Aksi Buyback Jadi Katalis Positif, Analis Yakin Laba Mitratel Bisa Capai Rp1,8 T
Regulasi Industri Telekomunikasi...
Regulasi Industri Telekomunikasi Perlu Dikaji Kembali
4.000 Menara Indosat...
4.000 Menara Indosat Bakal Dijual, Masuk Tahap Awal Penjajakan
Berita Terkini
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
1 jam yang lalu
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
1 jam yang lalu
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
2 jam yang lalu
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved