Cara Hatta Tingkatkan Perdagangan Indonesia

Rabu, 11 Juni 2014 - 21:12 WIB
Cara Hatta Tingkatkan...
Cara Hatta Tingkatkan Perdagangan Indonesia
A A A
BANDUNG - Calon Wakil Presiden (cawapres) Hatta Rajasa punya cara tersendiri untuk memajukan sektor perdagangan Indonesia. Salah satunya dengan membangun dua gerbang perdagangan di Indonesia.

"Indonesia sudah kita desain membangun dua gerbang utama, barat dan timur sebagai superhub. Pertama, kita letakkan di Sumatera superhub-nya. Kedua, diletakkan di (Indonesia) timur," kata Hatta usai menghadiri peringatan Hari Kelautan se-Dunia di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/6/2014).

Pihaknya berencana membangun pelabuhan-pelabuhan tangguh untuk mendukung sektor perdagangan. Sebab, saat ini jumlah pelabuhan untuk perdagangan terbilang masih kurang.

Misalnya di Pulau Jawa, saat ini pelabuhan perdagangan hanya Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Tanjung Emas. Pelabuhan itu memiliki rute untuk ke perairan internasional.

"Kita perlu membangun lagi pelabuhan-pelabuhan untuk mengantisipasi ke depan," ujarnya.

Proses pembangunan pelabuhan akan dilakukan dengan cepat. Di Jawa Barat misalnya Pelabuhan Cilamaya, itu harus sudah beroperasi maksimal pada 2020.

Dengan percepatan pembangunan berbagai pelabuhan, maka Indonesia akan menjadi negara maritim dengan sektor perdagangan yang kuat.

Tak cukup hanya pelabuhannya, angkutan perairan juga harus diperbaiki dan ditingkatkan. Tujuannya agar masyarakat di pulau terpencil bisa memasarkan hasil kerjanya untuk didagangkan dengan ongkos lebih murah.

"Sekarang ongkos logistik kita sekitar 12,08% dalam skala indeks logistik. Kita harus menekannya pada angka sekitar 10% dari cost of product, sehingga bisa semakin kompetitif," papar Hatta.

Selain itu, dia juga ingin ada kawasan ekonomi khusus yang terintegrasi antara industri dan pelabuhan. "Itu bagian dari upaya kita untuk mengintegrasikan yang disebut dengan secara domestik kita terintegrasi, secara global kita terkoneksi, dan kekuatan armada kita harus menjadi lebih baik," jelas mantan Menko Perekonomian ini.

Langkah lainnya adalah memberikan keringanan pada nelayan, salah satunya keringanan pajak bagi mereka untuk kepentingan perdagangan. "Ini semua harus dilakukan kalau kita ingin menjadi lebih kuat," tegasnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, jika permasalahan kelautan masih kurang diperhatikan pemerintah. Hal itu menjadi lebih buruk karena teknologi kelautan yang juga kurang canggih.

Ke depan, dia berharap Indonesia benar-benar menjadi negara maritim yang kuat. Sehingga Indonesia akan lebih memiliki pamor di mata dunia internasional. Dia pun berpesan agar dunia kelautan diberi perhatian lebih oleh pemerintah, termasuk nelayan.

"Jika kita fokus pada nelayan dan petani, setengah masalah Indonesia akan terselesaikan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap 28 Kasus TPPO dalam 20 Hari, 29 Pelaku Ditangkap
Gagalkan Perdagangan...
Gagalkan Perdagangan Orang ke Malaysia, Ditpolair Amankan Satu Nahkoda Speed Boat
Penangkapan Kawanan...
Penangkapan Kawanan Pelaku TPPO di Banten
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Berita Terkini
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
30 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
43 menit yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
56 menit yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
1 jam yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
2 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved