Prabowo Tekankan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 15 Juni 2014 - 21:30 WIB
Prabowo Tekankan Ekonomi...
Prabowo Tekankan Ekonomi Kerakyatan
A A A
JAKARTA - Debat calon presiden (capres) 2014 kembali digelar. Dalam acara yang dilaksanakan di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014) malam ini, masing-masing kandidat menyampaikan visi-misi di bidang ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Capres nomor urut satu, Prabowo Subianto memaparkan pandangannya tentang ekonomi kerakyatan. Menurutnya ekonomi Indonesia harus berdasarkan kepentingan rakyat dan mereka perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

"Ekonomi kerakyatan kita didasarkan pada Pasal 33 UUD 1945, itu harus berdasarkan asas kekeluargaan, sumber ekonomi hajat hidup orang banyak yang dikelola oleh pemerintah, ditujukan pada penguatan dan pemberdayaan rakyat," ujar Prabowo dalam debat capres/cawapres.

Dia mengungkapkan, ekonomi yang berasaskan kerakyatan juga harus menjamin kondisi keselamatan masyarakat yang tertinggal. "Ini beda dengan negara barat atau neo liberal. Pemerintah menjadi wasit, pemerintah harus jadi pelopor tidak membiarkan masyarakat sengsara atau susah," tegasnya.

Meski demikian, lanjut Prabowo, negara tetap mendukung investasi asing untuk membantu pergerakan ekonomi. Pemerintah juga harus memperkuat koperasi, dan mengalirkan dana lebih untuk program KUR (kredit usaha rakyat). Terutama untuk mereka yang tidak mampu agar memiliki usaha sendiri dalam membangun hidup lebih baik.

"Sebagai contoh dengan dana (KUR) Rp5 triliun, dapat meningkatkan 12 juta orang rakyat kita. Kita perlu tingkatkan empat kali lipat sebesar 20 triliun, itu berarti akan ada 48 juta orang bisa dapat kehidupan. Jadi, kita tidak anti investasi asing. Jangan masuk Indonesia pakai uang Indonesia, itu hanya memakai pasar Indonesia. Sehingga, silakan menjadi kaya di Indonesia," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perang Dingin, China...
Perang Dingin, China Bekukan Dialog Ekonomi dengan Australia
China Bekukan Dialog...
China Bekukan Dialog Ekonomi, Mendag Australia Mengaku Kecewa
Dukung Pembangunan Indonesia...
Dukung Pembangunan Indonesia Timur, IBCSD Ajak Sektor Bisnis Lakukan Aksi Nyata
Monitoring Ketahanan...
Monitoring Ketahanan Ekonomi, Kesbangpol Luwu Dialog dengan Pelaku UMKM
Menparekraf Gelar Dialog...
Menparekraf Gelar Dialog dan Pelatihan Ekonomi Kreatif di Bojonggede
Fenomena dr Lois, Informasi...
Fenomena dr Lois, Informasi Sesat dan Rumitnya Penanganan Covid-19 di Tanah Air
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved