Rupiah Berakhir di Level Rp11.819/USD
Senin, 16 Juni 2014 - 16:58 WIB
Rupiah Berakhir di Level Rp11.819/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berakhir terdepresiasi di tengah merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke bawah level 4.900 pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.819 per USD. Posisi ini terdepresiasi 23 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.796 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.798 per USD. Adapun posisi rupiah terlemah di level Rp11.823 per USD dan terkuat di level Rp11.798 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.819 per USD, dengan kisaran harian Rp11.795-11.860 per USD. Posisi ini melemah 23 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.796 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.841 per USD. Posisi ini melemah 33 poin dibanding posisi pada penutupan Jumat (13/6/2014) di level Rp11.781 per USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini bertahan pada level Rp11.791 per USD. Posisi ini menguat 8 poin dibanding posisi hari sebelumnya di level Rp11.799 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi melemahnya IHSG yang kembali terkoreksi da meningkatnya permintaan valuta asing (valas) oleh korporasi untuk pembayaran utang luar negeri.
"IHSG yang negatif mencerminkan masih rendahnya risk appetite dari pelaku pasar dan berdampak pada kembali tertekannya nilai tukar rupiah hari ini," kata dia, Senin (16/6/2014).
Adapun IHSG sore ini berakhir melorot meninggalkan level 4.900. IHSG ditutup anjlok 41,20 poin atau 0,84% ke level 4.885,46.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,69 triliun dengan 3,75 miliar saham diperdagangkan dan aksi jual asing mencapai Rp245,96 miliar. Tercatat 81 saham naik, 210 saham melemah dan 88 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.819 per USD. Posisi ini terdepresiasi 23 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.796 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.798 per USD. Adapun posisi rupiah terlemah di level Rp11.823 per USD dan terkuat di level Rp11.798 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.819 per USD, dengan kisaran harian Rp11.795-11.860 per USD. Posisi ini melemah 23 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.796 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.841 per USD. Posisi ini melemah 33 poin dibanding posisi pada penutupan Jumat (13/6/2014) di level Rp11.781 per USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini bertahan pada level Rp11.791 per USD. Posisi ini menguat 8 poin dibanding posisi hari sebelumnya di level Rp11.799 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi melemahnya IHSG yang kembali terkoreksi da meningkatnya permintaan valuta asing (valas) oleh korporasi untuk pembayaran utang luar negeri.
"IHSG yang negatif mencerminkan masih rendahnya risk appetite dari pelaku pasar dan berdampak pada kembali tertekannya nilai tukar rupiah hari ini," kata dia, Senin (16/6/2014).
Adapun IHSG sore ini berakhir melorot meninggalkan level 4.900. IHSG ditutup anjlok 41,20 poin atau 0,84% ke level 4.885,46.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,69 triliun dengan 3,75 miliar saham diperdagangkan dan aksi jual asing mencapai Rp245,96 miliar. Tercatat 81 saham naik, 210 saham melemah dan 88 saham stagnan.
(rna)