Rupiah Berakhir Merosot ke Rp11.893/USD
Selasa, 17 Juni 2014 - 16:40 WIB
Rupiah Berakhir Merosot ke Rp11.893/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berakhir merosot di tengah positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.893 per USD. Posisi ini terdepresiasi 73 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.819 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.825 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.825 per USD dan terlemah di level Rp11.899 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini berakhir juga pada level Rp11.893 per USD, dengan kisaran harian Rp11.819-11.895 per USD. Posisi ini anjlok 74 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.819 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini juga di level Rp11.893 per USD. Posisi ini merosot 102 poin dibanding posisi hari sebelumnya di level Rp11.791 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.863 per USD. Posisi ini melemah 49 poin dibanding posisi pada penutupan Senin (16/6/2014) di level Rp11.841 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini tertekan positifnya data industrial production di Amerika Serikat (AS) periode Mei yang dirilis. Data ini mendorong terapresiasinya USD terhadap rupiah.
"Selain itu, juga karena meningkatnya permintaan USD oleh korporasi untuk pembayaran utang luar negeri," kata dia, Selasa (17/6/2014).
Sementara IHSG sore ini berhasil menguat di tengah terkoreksinya mayoritas bursa Asia. IHSG menguat 24,06 poin atau 0,49% ke level 4.909,52.
Indeks Shanghai melemah 19,28 poin atau 0,93% ke 2.066,70; indeks Hang Seng melemah 97,08 poin atau 0,42% ke 23.203,59; indeks Straits Times turun 16,99 poin atau 0,52% ke 3.273,27; sedangkan Nikkei naik 42,68 poin atau 0,29% ke 14.975,97.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.893 per USD. Posisi ini terdepresiasi 73 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.819 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.825 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.825 per USD dan terlemah di level Rp11.899 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini berakhir juga pada level Rp11.893 per USD, dengan kisaran harian Rp11.819-11.895 per USD. Posisi ini anjlok 74 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.819 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini juga di level Rp11.893 per USD. Posisi ini merosot 102 poin dibanding posisi hari sebelumnya di level Rp11.791 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.863 per USD. Posisi ini melemah 49 poin dibanding posisi pada penutupan Senin (16/6/2014) di level Rp11.841 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini tertekan positifnya data industrial production di Amerika Serikat (AS) periode Mei yang dirilis. Data ini mendorong terapresiasinya USD terhadap rupiah.
"Selain itu, juga karena meningkatnya permintaan USD oleh korporasi untuk pembayaran utang luar negeri," kata dia, Selasa (17/6/2014).
Sementara IHSG sore ini berhasil menguat di tengah terkoreksinya mayoritas bursa Asia. IHSG menguat 24,06 poin atau 0,49% ke level 4.909,52.
Indeks Shanghai melemah 19,28 poin atau 0,93% ke 2.066,70; indeks Hang Seng melemah 97,08 poin atau 0,42% ke 23.203,59; indeks Straits Times turun 16,99 poin atau 0,52% ke 3.273,27; sedangkan Nikkei naik 42,68 poin atau 0,29% ke 14.975,97.
(rna)