Harga minyak dunia mendingin

Selasa, 17 Juni 2014 - 20:10 WIB
Harga minyak dunia mendingin
Harga minyak dunia mendingin
A A A
LONDON - Harga minyak di perdagangan global hari ini mendingin. Namun, kerugian masih terbatas karena investor resah atas potensi gangguan pasokan akibat kekerasan sektarian di produsen minyak mentah Irak.

Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (17/6/2014), pukul 20.00 WIB, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus, turun 19 sen atau 0,17% menjadi USD112,75 per barel. Sementara patokan Amerika Serikat (AS), minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, susut 45 sen atau 0,42% ke angka USD106,45 per barel.

"Minyak mentah Brent mulai jatuh kembali ke tingkat yang terlihat sebelum serangan pemberontakan Irak dimulai," kata analis Inenco, Dorian Lucas, seperti dilansir dari Yahoo Finance.

"Keuntungan yang sebelumnya terlihat terdorong sentimen dan kekhawatiran kemungkinan gangguan yang sejauh ini belum terealisasi," tambahnya.

Brent sempat melonjak ke angka USD114,69 per barel (terakhir terlihat pada September 2013) pada Jumat (13/6/2014) di belakang kekerasan Irak.

Setidaknya 44 tahanan dilaporkan tewas dalam serangan militan semalam di sebuah kantor polisi kota Baquba.

Juru bicara Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki mengatakan, para tahanan dibunuh oleh gerilyawan. Sementara pejabat lain menyebutkan mereka dibunuh pasukan keamanan ketika mencoba melarikan diri.

Krisis Irak memiliki pengaruh langsung pada pasar minyak karena negara itu adalah eksportir minyak mentah terbesar kedua di 12 anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), setelah Arab Saudi.

Kepala Eksekutif British Petroleum (BP), Bob Dudley menilai risiko gangguan terhadap produksi minyak Irak akan tetap terbatas meskipun krisis memburuk.

"Produksi minyak tidak terpengaruh. Saya tidak percaya bahwa kesulitan dan ketidakstabilan akan menyebar sampai ke ujung selatan Irak (lokasi utama produksi minyak)," ujarnya dalam konferensi energi di Moskow, Rusia.

Di sisi lain, investor juga mengawasi pertemuan kunci dua hari komite pembuat kebijakan Federal Reserve AS (The Fed). Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan kembali menurunkan program stimulus moneter besar-besaran.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
14 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
22 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved