Harga Ikan di Manado Naik 50%

Rabu, 18 Juni 2014 - 17:17 WIB
Harga Ikan di Manado...
Harga Ikan di Manado Naik 50%
A A A
MANADO - Kondisi cuaca di Sulawesi Utara (Sulut) sejak awal Juni hingga saat ini sulit ditebak. Hujan disertai angin, terkadang datang tiba-tiba. Kondisi ombak di perairan Manado dan sekitarnya secara spontang mengganas.

Akibatnya, hampir dua pekan ini, nelayan tidak merata melaut karena takut terjadi badai secara tiba-tiba. Kondisi ini membuat harga ikan di sentra pasar tradisional naik 50%.

Menurut Arman Amin, salah satu nelayan di Kelurahan Tuminting, Manado, cuaca seperti ini masih berisiko, karena pagi hari cuaca cerah namun siang sampai malam, datang angin kencang disertai hujan keras.

"Banyak juga nelayan yang nekat melaut, namun mereka tidak jauh dari bibir pantai," ujarnya, Rabu (18/6/2014).

Uak, penjual ikan di Pasar Bersehati mengatakan, harga ikan ukuran empat jari orang dewasa, naik rata-rata Rp20 ribu dari sebelumnya Rp10.000.

"Ikan cakalang dan tuna dari Rp10.000 per empat ekor naik menjadi Rp20.000. Ikan tude dari Rp10.000 per sepuluh ekor naik menjadi Rp20.000 per empat ekor. Demikian juga dengan ikan oci, dari Rp20.000 per enam hingga lima ekor, saat ini Rp20.000 hanya dapat empat ekor," jelasnya.

Sementara, Risna Abbas, penjual ikan karang (ikan mangail/pancing sebutan pribumi Sulut) mengaku, ikan karang naik rata-rata Rp15.000 per kg.

"Ikan mangail (kakap merah, goropa, gurita, dan ikan lainnya yang hidup di karang/dasar laut) mengalami kenaikan sudah dua pekan. Diakibatkan, arus dan ombak tidak tenang, membuat hasil pancingan kami berkurang," jelasnya.

Tak hanya ikan basah yang mengalami kenaikan, harga ikan asap pun demikian. "Ikan cakalang asap sudah naik dua pekan lalu. Saat ini dibanderol Rp25.000-Rp30.000 per ekor ukuran tebal, lima jari tangan orang dewasa. Sebelumnya, hanya dipatok Rp15.000 dan paling tinggi Rp17.500 per ekornya," ujar Abdullah Dunggio, penjual ikan asap.

"Kenaikan harga ikan ini sudah terjadi dua pekan lalu, namun tak separah dua hari ini, melonjak mendadak akibat pasokan ikan dari nelayan sangat kurang," tambah Anton, penjual ikan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
KKP Berikan Stimulus...
KKP Berikan Stimulus Bagi Pembudidya Ikan
Dorong Industrialisasi...
Dorong Industrialisasi Rumput Laut Nasional Demi Genjot Nilai Ekspor
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved