Kondisi Geopolitik Irak Picu Rupiah Anjlok

Rabu, 18 Juni 2014 - 19:42 WIB
Kondisi Geopolitik Irak...
Kondisi Geopolitik Irak Picu Rupiah Anjlok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini dibuka terjungkal seiring tergelincirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD disebabkan karena kondisi geopolitik Irak yang kurang kondusif.

"Karena kemarin Thailand enggak terlalu berpengaruh, karena Thailand impact-nya limited. Tetapi Irak ini berkaitan dengan energi price. Karena keliatan juga bahwa harga ICP minyaknya mengalami peningkatan. Sehingga ada concern terhadap harga energi," ujar Chatib usai Raker di Ruang Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Jakarta, Rabu (18/6/2014).

Dia mengatakan, pelemahan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun terjadi di region secara keseluruhan. Chatib memastikan bahwa pelemahan ini sifatnya temporer.

"Selalu begitu. Kalau lihat sekarang aja, setiap ada shock di luar, selalu rupiahnya overshot. Karena banyak faktor rupiah kita yang berpengaruh pada subsidi. Jadi faktor rupiah itu berpengaruh pada banyak variabel ini. Kalau kalian liat sebetulnya dari data yang lalu, ketika tapering off terjadi rupiah overshot," imbuh dia.

Menurutnya, persoalan fundamental ini masuk di berbagai variabel Indonesia, terutama dalam hal budget. Dalam negara yang subsidi energinya tidak terlalu besar, kemungkinan impact-nya tidak terlampau parah.

Senada dengan Chatib, Gubernur Bank Indonesia (BI) menyatakan pelemahan ini akibat kondisi geopolitik Irak menimbulkan ketegangan dan kekhawatiran. Pasalnya, akan ada kenaikan harga minyak dan dikhawatirkan akan berdampak secara luas kepada dunia. "Tentu bagi negara yang net importer menjadi lebih sensitif," terangnya.

Hal yang kedua yang perlu diamati, lanjut Agus, rapat FOMJ yang memberikan informasi bahwa inflasi sedikit meningkat di Amerika Serikat (AS). Sehingga menimbulkan kekhawatiran terjadi peningkatan bunga.

"Dan kita tahu bahwa pertemuan itu secara teratur terjadi tappering dan kemudian di 2015 akan mulai ada penyesuaian tingkat bunga. Tetapi kalau situasi menunjukan inflasi yang cenderung kuat tentu akan direspon dikhawatirkan dengan cepat," terangnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, faktor lain yang menjadi pemicu pelemahan rupiah adalah perkembangan di Tiongkok dan Euro. Menurutnya, kekhawatiran negara berkembang untuk saling mempengaruhi itu ada, namun dalam kondisi domestik yang banyak mempengaruhi nilai tukar adalah adanya pembelian dari korporasi retail untuk valas.

"Dan pembelian itu musiman karena mereka membutuhkan dana pembayaran ke luar negeri, pembayaran bunga, dividen, apapun kewajiban keluar, juga pembeli itu selain melakukan pembelian mengkhawatirkan kondisi di Irak," tukas Agus.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
1 jam yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
1 jam yang lalu
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
2 jam yang lalu
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
3 jam yang lalu
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
14 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
14 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Irak vs...
Head to Head Irak vs Indonesia, Skuad Garuda Dihantui Rekor Buruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved