Jelang MEA Pelaku UMKM di Asia Cemas

Kamis, 19 Juni 2014 - 16:19 WIB
Jelang MEA Pelaku UMKM...
Jelang MEA Pelaku UMKM di Asia Cemas
A A A
DENPASAR - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015 harus siap bersaing. Tidak hanya para pelaku UMKM di Indonesia saja, tapi semua pelaku usaha di Asia saat ini sedang cemas.

Deputi Pembiyaaan Kementerian Koperasi dan UMKM Chairul Djamhari mengatakan, saat ini di semua negara Asia para pelaku UMKM saat ini berharap cemas. Apabila MEA sudah berlaku produk dari luar negara akan menyerbu Indonesia dan sebaliknya.

"Kami sudah bertanya kepada para pelaku UMKM baik dalam negeri maupun luar negeri, dan mereka menjawab senang adanya MEA tapi mereka juga cemas. Mereka juga berharap baik adanya MEA itu sendiri," ungkapnya usai membuka temu mitra LPDB, di Sanur Paradise, Sanur, Denpasar, Kamis (19/6/2014).

Chairul melanjutkan, yang perlu ditingkatkan dalam menghadapi MEA yaitu dari segi Sumber Daya Manusia (SDM), seperti halnya tingkatkan kemampuan keterampilan negosiasi, bahasa inggris, jaringan bisnis diperkuat lagi.

"Para UKM pada harus bisa memanfaatkan keadaan yang tersedia, baik dari pemerintah maupun swasta, karenanya ini multi sektoral," ujarnya.

Kiat tunggal untuk mengahadapi MEA sendiri, Chairul menyatakan, tidak ada kiat khusus untuk bersaing di pasar bebas.

Saat ini dari Kementrian Koperasi dan UMKM tengah mengkonsentrasikan sektor yang dipersiapkan untuk menghaadapi MEA seperti sektor keuangan, dan sektor handycraf. "Sektor kerajinan juga menjadi salah satu produk unggulan yang mampu bersaing pada MEA nanti," ucapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025
Subholding Gas Pertamina,...
Subholding Gas Pertamina, MEA dan WLI Baku Gandeng Penuhi Kebutuhan Listrik 30 MW
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
42 menit yang lalu
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
10 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
11 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
11 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
12 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
12 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved