Presiden Baru Diminta Utamakan Ekonomi dan Sosial

Jum'at, 20 Juni 2014 - 15:35 WIB
Presiden Baru Diminta...
Presiden Baru Diminta Utamakan Ekonomi dan Sosial
A A A
JAKARTA - Mengingat sebentar lagi akan diadakan pemilihan presiden (pilpres) Indonesia, beberapa kali capres dan cawapres terpilih dipertemukan dalam satu acara debat yang disiarkan langsung di stasiun televisi.

Acara ini mengundang banyak respon positif oleh beberapa pengamat dan beberapa mantan menteri yang memang mengamati kinerja capres dan cawapres RI terutama dalam bidang ekonomi.

Mantan menteri BUMN periode 2004-2009 Sofyan DJalil mengatakan, masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah masalah ekonomi dan kesejahteraan sosial. Ini yang harus diperhatikan capres dan cawapres periode mendatang.

"Saya melihat masalah yang dihadapi Indonesia besar, terutama di dalam bidang ekonomi. Kesejahteraan juga menjadi masalah utama karena masih banyak saudara kita yang hidup di bawah garis kemiskinan," ujar dia dalam acara diskusi terbuka bersama pakar dan pengamat industri di Jakarta, Jumat (20/6/2014).

Sofyan mengungkapkan, masalah defisit juga menggoyah perekonomian Indonesia yang terkadang nilainya naik turun. Ketidakstabilan ini membuat ekonomi Indonesia kadang menjadi tidak baik.

"Ini masalah besar terutama dalam hal defisit anggaran. Serta juga subsidi yang luar biasa membebani negara. Sehingga memerlukan tindakan untuk mengatasi masalah ini," katanya.

Dia percaya dengan komitmen dan dukungan presiden terhadap menteri-menteri yang mengeksekusi masalah ekonomi, tentu akan terselesaikan.

Para menteri yang nanti terpilih pada pemerintahan mendatang harus kreatif dalam menyelesaikan polemik ekonomi yang terjadi di dalam negeri. Karena itu, presiden terpilih harus memilih menteri yang cerdas dalam menangani masalah tersebut.

"Kapasitas dan komitmen dari para menteri yang terpilih juga harus dipertimbangkan, agar mereka dapat bekerja dengan maksimal dalam memperbaiki pertumbuhan ekonomi dan kesejahterann RI," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
32 menit yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
42 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
56 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
1 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
1 jam yang lalu
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
1 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved