Bank Dunia: Indonesia Harus Tumbuh Lebih Cepat

Senin, 23 Juni 2014 - 12:52 WIB
Bank Dunia: Indonesia...
Bank Dunia: Indonesia Harus Tumbuh Lebih Cepat
A A A
JAKARTA - Bank Dunia dalam laporan terbarunya bertajuk "Indonesia: Menghindari Perangkap" mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi untuk mengakomodasi 15 juta pekerja baru yang siap bergabung pada tahun 2020.

Dalam laporan tersebut dikatakan bahwa, jika ekonomi Indonesia tidak tumbuh lebih cepat dari 5-6%, maka Indonesia tidak akan lepas dari apa yang disebut 'middle income trap'.

"Situasi ini dialami oleh banyak negara, yang pada awalnya tumbuh dengan cepat, kemudian stagnan lebih dari satu dekade," ujar Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia, Nidame Diop di Mandarin Hotel Jakarta, Senin (23/6/2014).

Menurutnya, dengan tingkat Pertumbuhan mendekati 9%, Indonesia dapat menghindari perangkap tersebut Dan masuk dalam kelompok negara - negara berpenghasilan tinggi pada 2030.

Indonesia, lanjutnya, menikmati pertumbuhan yang tinggi dalam dekade terakhir ini berkat lonjakan harga komoditas dari tahun 2003 - 2011, dan suku bunga global yang rendah sejak tahun 2009. "Namun kini pertumbuhan telah melambat, tidak sampai 6% pada tahun 2013," imbuhnya.

Sementara itu Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves mengatakan bahwa Dunia sedang menunggu kedatangan Indonesia sebagai pemimpin ekonomi di arena global. Oleh karena itu, Indonesia sebaiknya meningkatkan daya saingnya dengan mengatasi kesenjangan di bidang infrastruktur dan keterampilan, serta memperbaiki fungsi pasar.

"Tindakan ini dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan, serta akan membutuhkan strategi belanja pemerintah yang menghilangkan inefisiensi, seperti subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak)," terangnya.

Dia mengatakan, dengan generasi muda yang paham teknologi Informasi dan peningkatan biaya tenaga kerja di China, Indonesia berpotensi menarik lebih banyak investasi lokal dan internasional di bidang manufaktur.

"Indonesia berpotensi menarik investor lokal dan asing di sektor manufaktur," tukas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ada dari Negara Tetangga,...
Ada dari Negara Tetangga, Berikut 5 Bank Syariah Terbesar di Dunia
Pernyataan Bank Dunia...
Pernyataan Bank Dunia Mengenai Undang-Undang Cipta Kerja
Bertemu Jokowi, Pimpinan...
Bertemu Jokowi, Pimpinan Bank Dunia Kompak Pakai Batik
Mengenal New Development...
Mengenal New Development Bank, Saingan Bank Dunia Milik BRICS
Titel Negara Berpendapatan...
Titel Negara Berpendapatan Menengah Atas Jadi Tantangan RI
RI Kantongi Utang Rp24,6...
RI Kantongi Utang Rp24,6 T dari Bank Dunia, Pengamat: Alternatif Ideal
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
18 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
10 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved