OJK Catat Volume Perdagangan SUN Rp747 T

Senin, 23 Juni 2014 - 18:47 WIB
OJK Catat Volume Perdagangan...
OJK Catat Volume Perdagangan SUN Rp747 T
A A A
JAKARTA - Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito‬ menambahkan, kuartal I/2014 total volume perdagangan SUN naik 38,3% menjadi Rp747 triliun.

Sementara, membaiknya perekonomian nasional berdampak pada industri reksa dana. Dimana nilai aktiva bersih (NAB) meningkat 7,5% menjadi Rp206,3 triliun.

"Pada kuartal pelaporan, OJK tidak menerbitkan izin baru untuk KIK EBA dan KIK Dana Investasi Real Estate (DIRE), sehingga sampai dengan akhir kuartal I terdapat 6 KIK EBA dengan dana kelolaan Rp3,96 triliun," terang Sarjito di Jakarta, Senin (23/6/2014).

Sementara, kinerja Industri Keuangan Non Bank (IKNB) selama kuartal I/2014 secara umum masih menunjukkan perkembangan positif. Total aset IKNB di akhir kuartla I/2014 naik sekitar 2,9% dibandingkan periode triwulan sebelumnya.

Sektor jasa keuangan yang tercakup dalam IKNB yang mengalami peningkatan kinerja yaitu dana pensiun, lembaga pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya.

Dari sisi aset industri perasuransian merupakan industri dengan aset terbesar diikuti pembiayaan, dana pensiun, lembaga jasa keuangan lainnya dan industri jasa penunjang IKNB.

"Dari jumlah pelaku, jumlah industri pembiayaan adalah terbesar, diikuti dana pensiun, industri jasa penunjang IKNB dan perasuransian," paparnya.

Menurutnya, industri perbankan menghadapi kondisi likuiditas yang ketat, namun dari sisi rasio kecukupan modal menunjukkan kinerja yang cukup baik, CAR berada pada posisi 19,8%.

Rasio kredit bermasalah (NPL) gross relatif rendah rata-rata sebesar 1,9% dengan tingkat NPL net sebesar 0,9%.

Kinerja industri perbankan syariah mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya, namun dari sisi market share perbankan syariah, mengalami peningkatan ± 4,9 %.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved