529 Emiten di ASEAN Berkapitalisasi Pasar USD1 M

Rabu, 25 Juni 2014 - 10:53 WIB
529 Emiten di ASEAN...
529 Emiten di ASEAN Berkapitalisasi Pasar USD1 M
A A A
JAKARTA - Forum Regulator Pasar Modal se-ASEAN atau ASEAN Capital Market Forum (ACMF) melaporkan ada 529 perusahaan terbuka (emiten) di bursa ASEAN memiliki kapitalisasi pasar lebih dari USD1 miliar atau setara Rp12 triliun (kurs Rp12.000).

Di tingkat ASEAN, emiten dari Thailand memperoleh hasil penilaian tertinggi, diikuti Malaysia dan Singapura. Pada penilaian tahun 2013 terdapat perkembangan positif di hampir semua negara, yang ditunjukkan dari perbaikan nilai rata-rata dibanding 2012. Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Singapura, sebagai negara yang mengalami perbaikan terbesar atau signifikan dalam penilaian tata kelola perusahaan (corporate governance/CG) tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, penerapan tata kelola perusahaan dengan standar terbaik menjadi salah satu faktor penentu bagi emiten dan perusahaan publik dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

"OJK berupaya terus meningkatkan kualitas penerapan tata kelola emiten dan perusahaan publik melalui penyempurnaan regulasi yang berkelanjutan, sebagaimana tertuang dalam Corporate Governance Road Map yang telah di-launching OJK pada Februari tahun ini," kata dia dalam keterangannya di laman resmi OJK, Rabu (25/6/2014).

Karena itu, dia menjelaskan, penilaian tata kelola perusahaan akan terus dilakukan secara berkala dengan penambahan jumlah emiten. Hal ini dilakukan agar diperoleh keberlanjutan dalam perbaikan tata kelola di Indonesia.

Inisiatif ASEAN Corporate Governance Scorecard ini dimulai pada 2011 dan diikuti oleh enam negara ASEAN, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Vietnam.

Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan standar tata kelolaa dan pelaksanaannya pada perusahaan-perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek, serta meningkatkan daya jual internasional dari perusahaan terbuka ASEAN dengan praktik tata kelola yang baik (well governed public listed companies/PLCs).

ASEAN CG Scorecard menjadi alat diagnostik yang penting dan bermanfaat dalam mengindentifikasi gap dan meningkatkan standar tata kelola di antara perusahaan terbuka di kawasan ASEAN.

Meskipun terdapat perbedaan tahapan dalam perkembangan tata kelola di antara negara ASEAN, namun partisipasi negara-negara ASEAN diharapkan dapat menyeimbangkan standar tata kelola nasional dengan prinsip-prinsip internasional, seperti OECD Principle of Corporate Governance, yang juga diadopsi dalam ASEAN CG Scorecard.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
9 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
9 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
10 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
11 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved