Harga minyak di perdagangan Asia melemah

Jum'at, 27 Juni 2014 - 14:21 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan Asia melemah
A A A
SINGAPURA - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini menyusut setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) melemah, memicu sentimen bearish terhadap permintaan di konsumen minyak mentah dunia itu.

Dilansir dari data Bloomberg, Pukul 14.15 WIB, patokan AS, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun 24 sen menjadi USD105,60 per barel. Sebelumnya pada perdagangan pagi, minyak melemah empat sen menjadi USD105,80 per barel.

Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Agustus berkurang 18 sen ke angka USD113,03 perbarel. Sebelumnya terdepresiasi dua sen di angka USD113,19 per barel.

Departemen Perdagangan AS melaporkan, belanja konsumen pada Mei 2014 hanya tumbuh 0,2%, setelah mendatar pada April, memunculkan pertanyaan pemulihan ekonomi di negara tersebut.

"Hal ini telah menimbulkan keraguan tentang prospek pertumbuhan pada kuartal kedua tahun ini, terutama setelah kontraksi yang lebih luas dari yang diperkirakan pada kuartal pertama," kata Desmond Chua, analis pasar CMC Markets, Singapura, seperti dilansir dari GM News, Jumat (27/6/2014).

Laporan itu muncul setelah Administrasi Informasi Energi (IEA) pada Rabu (25/6/2014) melaporkan kenaikan tak terduga persediaan minyak mentah AS untuk pekan lalu.

Kenaikan stok biasanya menunjukkan melemahnya permintaan di AS, yang pada gilirannya memberikan tekanan pada harga.

"Pasar masih fokus terhadap lonjakan 1,7 juta barel pada pekan yang berakhir 20 Juni lalu dengan tidak adanya kendali di pasar," kata United Overseas Bank (UOB) Singapura.

Pedagang juga terus mencermati situasi di produsen minyak mentah Irak, di mana kekerasan sektarian terus berkecamuk hampir tiga pekan. Para jihad telah merebut wilayah sangat luas di wilayah Irak dalam serangan sporadis yang dimulai pada 9 Juni, tetapi mereka belum mengancam wilayah penghasil minyak utama di selatan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
12 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
29 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved