BI Galakkan Transaksi Dalam Negeri Gunakan Rupiah

Jum'at, 27 Juni 2014 - 14:34 WIB
BI Galakkan Transaksi...
BI Galakkan Transaksi Dalam Negeri Gunakan Rupiah
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian saat ini tengah mencoba menggalakkan kembali UU No 7/2011 yang mewajibkan transaksi di Indonesia menggunakan rupiah.

Menanggapi hal itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan, bahwa peraturan yang telah dibuat pemerintah itu sedianya harus dipatuhi.

"Jadi begini, sudah ada UU dari 2011, UU itu harus kita patuhi. Itu kan dibuat pemerintah bersama DPR, UU itu harus dipatuhi penduduk Indonesia," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (27/6/2014).

UU tersebut, lanjut Mirza, mewajibkan semua transaksi di dalam negeri baik tunai maupun non tunai harus dilakukan dalam rupiah. Namun fakta di lapangan, banyak transaksi komersial yang masih menggunakan dolar. Seperti sewa menyewa properti, jual beli gas, dan transaksi di pelabuhan, semua menggunakan dolar.

"Itu ongkos di pelabuhan dalam dolar padahal bukan transaksi ekspor impor, bukan bayar utang luar negeri, bukan transaksi internasional, bukan perdagangan internasional, kenapa harus dalam dolar. Itu membuat permintaan dalam dolar yang harusnya enggak perlu," jelasnya.

Menurutnya, karena model transaksi ini sudah cukup lama dilakukan, sehingga pelaku industri menjadi terbiasa bertransaksi dengan dolar. Pelaku industri pun juga dinilai belum paham dengan UU tersebut.

"Jadi BI bersama pemerintah sekarang harus membuat masyarakat paham, karena itu ada sanksi pidananya. Sekarang akan kita sosialisasikan lagi," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
7 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved