Bisnis Kuliner Siap Hadapi AEC 2015

Minggu, 29 Juni 2014 - 17:49 WIB
Bisnis Kuliner Siap...
Bisnis Kuliner Siap Hadapi AEC 2015
A A A
DEPOK - Indonesia harus siap menghadapi pasar bebas atau ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015. Tantangan yang dihadapi para pelaku ekonomi cukup berat, tak terkecuali para pelaku bisnis kuliner.

Salah satunya, Rumah Makan Dapur Sunda yang mengaku sudah mempersiapkan diri untuk terus melesat di dalam tantangan AEC 2015. Untuk mengembangkan sayapnya, RM Dapur Sunda membentuk The Dream Team.

Tim tersebut berisikan masyarakat dengan berbagai profesi yang bertugas mencari konsumen untuk menikmati menu Sunda di Rumah Makan Dapur Sunda.

"Fungsinya mengoptimalkan marketing, in house marketing yang kita miliki, yang diperlukan pengusaha dalam mengembangkan usahanya adalah insting. Untuk itu saya membentuk tim yang berstatus freelance itu untuk terus menjaga citra RM Dapur Sunda. Mereka bertugas memperkenalkan Dapur Sunda ke masyarakat," kata pemilik RM Dapur Sunda, Endah Kaniasari Anshor dalam rilisnya, Minggu (29/6/2014).

Endah mengatakan, alasan lebih memilih membentuk The Dream Team ketimbang sistim franchise, karena franchise tidak mengajarkan talenta dalam berusaha. Dalam berusaha di bidang kuliner, lanjutnya, dibutuhkan kepercayaan diri dan kerja keras.

"Dengan insting yang kami miliki Dapur Sunda sudah memiliki sembilan cabang. Delapan cabang di Jakarta dan satu cabang di Bali. Dari sembilan cabang itu total pengunjung 1.500 orang per hari. Apalagi kita akan menghadapi pasar bebas, kalau tak kreatif akan tertinggal, karena itu harus terus berinovasi. Bisa jadi nanti chefnya yang laku malah dari Korea, atau negara lain, karena itu kita harus mampu bersaing," imbuh Wasekum Asosiasi Perusahaan Jasa Boga ini.

RM Dapur Sunda berdiri pada 1986. Usaha kuliner tersebut didirikan ibunya. Kemudian dia mengembangkannya. Dapur Sunda pertama berdiri di Jalan Raya Cipete, Jakarta Selatan. Luas lahannya 200 meter dan desain interior serta eksteriornya masih sederhana.

Waktu terus berjalan dan kompetitor pun terus bertambah. Meski begitu, dia tidak terpengaruh dengan tren saat itu. Dengan kepercayaan diri yang dimilikinya dia fokus menyasar konsumen kelas menengah ke atas.

"Kami tidak menggarap konsumen menengah ke bawah. Tapi tetap fokus pada kalangan menengah ke atas. Hingga kini kami tetap surivive. November 2013, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menyerahkan sertifikat halal dari MUI. Ini kami lakukan untuk menjaga image," ungkapnya.

Untuk menarik dan membuat pengunjung semakin nyaman, Sekjen DPD IWAPI DKI ini menyatakan bahwa kecintaan masyarakat Sunda terhadap musik tradisionalnya makin menurun. Karena itu, dia berusaha melestarikan musik Sunda. Upayanya itu dilakukannya dengan menampilkan drama musikal Sunda dengan kreasi angklung.

"Ini inovasi yang kami lakukan. Karyawan kami belajar alat musik angklung. Jadi konsumen dapat menikmati alunan musik angklung sambil menikmati menu masakan Sunda, masyarakat dapat belajar alat musik angklung di RM Dapur Sunda. Seperti halnya siswa SMA di Bali yang belajar angklung di RM Dapur Sunda Bali," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
LMS Khusus untuk Bisnis...
LMS Khusus untuk Bisnis Kuliner Diluncurkan, Pertama di Indonesia
Bakso Lapangan Tembak...
Bakso Lapangan Tembak Senayan Dorong Transformasi Digital untuk Tingkatkan Efisiensi
Paha Ayam Bumbu Sichuan,...
Paha Ayam Bumbu Sichuan, Pernah Coba? Rasanya Nikmat Lho!
4 Inovasi Fore Coffee...
4 Inovasi Fore Coffee Jelang Musim Liburan dan Tahun Baru
Hadir di Pameran Food...
Hadir di Pameran Food & Hospitality Indonesia 2024, BlueBand Ajak Pelaku Bisnis Kuliner Tumbuh Bersama
Berita Terkini
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
33 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved