Penghapusan Subsidi Bikin MBR Sulit Memioliki Rumah

Senin, 30 Juni 2014 - 16:29 WIB
Penghapusan Subsidi...
Penghapusan Subsidi Bikin MBR Sulit Memioliki Rumah
A A A
BANDUNG - Rencana penghapusan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau skema subsidi bunga kredit pemilikan rumah (KPR) membuat kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) khawatir.

Pasalnya, dengan penghapusan tersebut, mereka kini harus membeli rumah dengan suku bunga komersil. Kondisi ini sangat berpengaruh bagi mereka yang termasuk MBR.

"Terang saja penghapusan subsidi ini akan sangat berpengaruh pada MBR. Mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk memiliki rumah," ujar Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jabar, Yana Mulyana Supardjo, belum lama ini.

Menurutnya, pemerintah berencana menggulirkan penghapusan subsidi tersebut pada tahun depan. "Kabar yang kami peroleh, pencabutan FLPP itu berlangsung Maret 2015," ujarnya.

Dia mengatakan, penghapusan FLPP dapat sangat memberatkan bagi kalangan MBR. Pasalnya, kalangan tersebut tidak lagi memperoleh subsidi suku bunga KPR. "Mau tidak mau, mereka terkena suku bunga komersil," kata Yana.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya berencana melakukan berbagai upaya. Di antaranya, akan melakukan judicial review kepada pemerintah berkenaan dengan adanya rencana pencabutan FLPP pada awal 2015.

Rumah merupakan kebutuhan pokok selain sandang dan pangan. "Kian hari tingkat kebutuhan perumahan terus mengalami peningkatan. Dengan penghapusan subsidi tersebut, kepemilikan rumah bagi MBR semakin tidak mudah," imbuhnya.

Pada mulanya, pemerintah memberlakukan FLPP bagi maksimal rumah T-30. Namun, seiring berjalannya waktu, kemudian berubah menjadi T-36. Akibatnya, kinerja penjualan perumahan sempat mengalami stagnasi, meski akhirnya kembali bergulir.

"Tidak menutup kemungkinan, apabila pemerintah positif mencabut FLPP, hal itu sedikit banyaknya akan berpengaruh pada penjualan. Untuk itu, para pengembang menggenjot penjualan tahun ini hingga Maret 2015," katanya.

Diperkirakan penjualan selama tahun ini sekitar 40.000 unit atau 50% lebih rendah daripada proyeksi awal, yakni 80.000 unit.

"Itu karena adanya berbagai kendala yang berpengaruh pada sektor properti," terang Yana, seraya menyebut backlog di Jabar sekitar tiga juta unit.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Penyebab Utama KPR...
5 Penyebab Utama KPR Ditolak oleh Bank, Apa Saja?
Simak 6 Tips Ini Agar...
Simak 6 Tips Ini Agar Pengajuan KPR Lancar Jaya
KPR Tapera BTN Gulirkan...
KPR Tapera BTN Gulirkan Kredit Pemilikan Rumah untuk ASN
Perayaan HUT ke 44,...
Perayaan HUT ke 44, BTN Kucurkan Kredit Rp317 Triliun
BRI KPR Solusi Promo...
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Punya Properti Impian
Resmi!, Kalian yang...
Resmi!, Kalian yang Kredit Rumah dan Kendaraan Akan Dapat Subsidi Bunga
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
21 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
Perkembangan Tentara...
Perkembangan Tentara Robotik China Bikin Para Ahli Khawatir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved