Minyak WTI Dekati Harga Terendah Dua Pekan

Selasa, 01 Juli 2014 - 11:08 WIB
Minyak WTI Dekati Harga...
Minyak WTI Dekati Harga Terendah Dua Pekan
A A A
MELBOURNE - Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati harga terendah dalam lebih dari dua pekan di tengah spekulasi bahwa meningkatnya kekerasan di Irak tidak akan mengganggu pasokan dari produsen minyak terbesar kedua di Asosiasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tersebut.

Minyak berjangka (futures) sedikit berubah di New York setelah jatuh 0,4%, kemarin. Pasokan dari Irak selatan masih lancar. Sementara di China, indeks manufaktur naik pada bulan Juni atau sesuai perkiraan ekonom.

"Tekanan geopolitik mulai turun. Pasar terlalu lama memikirkan hal-hal yang lebih besar akan terjadi di Irak. Jika harga tidak bisa bertahan pada tingkat ini, mereka akan lebih rendah," kata Kepala Investasi Ayers Alliance Securities Jonathan Barratt seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (1/7/2014).

WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Agustus berada di harga USD105,60 per barel, naik 23 sen pada 01.06 siang waktu Sydney. Angka ini turun 37 sen menjadi USD105,37 kemarin dan merupakan penutupan terendah sejak 11 Juni.

Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 40% di bawah rata-rata 100 hari. Harga naik 2,6% pada bulan Juni untuk kenaikan bulanan kedua.

Sementara harga minyak brent di London ICE Futures Europe untuk pengiriman Agustus naik 9 sen menajdi USD112,45 per barel. Premi minyak mentah patokan Eropa terhadap WTI diperdagangkan dengan sebesar USD6,82 dibandingkan sebelumnya USD6,99.

Harga minyak brent naik 2,7% pada Juni, tertinggi dalam 10 bulan. Kenaikan ini dipicu pemberontak di Irak berhasil merebut kota utara Mosul dan maju ke selatan menuju Baghdad.

Pada Juni, Irak memproduksi 2,9 juta barel per hari, turun 400.000 barel dari bulan Mei. Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), negara Asia adalah konsumen minyak terbesar kedua di dunia dan akan mencapai sekitar 11% dari permintaan global tahun ini.

Sementara Amerika Serikat merupakan konsumen terbesar pertama dengan permintaan sekitar 21% dari permintaan dunia. Stok minyak mentah AS diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 2,5 juta barel dalam pekan yang berakhir 27 Juni.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
59 menit yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
2 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
2 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved