Penerima PBI Tak Sesuai Jumlah Orang Miskin

Rabu, 02 Juli 2014 - 16:44 WIB
Penerima PBI Tak Sesuai...
Penerima PBI Tak Sesuai Jumlah Orang Miskin
A A A
JAKARTA - Pemerintah tidak akan menaikkan jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) walaupun jumlah penduduk miskin naik. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melampirkan jumlah penduduk Indonesia naik dari 28,17 juta jiwa pada 2014 menjadi 28,28 juta jiwa.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi mengatakan, tidak akan ditambah jumlah PBI dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Karena itu, jumlah orang miskin sudah diperhitungkan sebelumnya.

Menurut Nafsiah, dari 28 juta orang miskin sudah diperhitungkan. Selain itu diperhitungkan yang hampir miskin masih terdapat sekitar Rp60 juta.

"Kita perkirakan masih seimbang iuran PBI, jadi tidak ada penambahan. Karena dalam data itu ada penambahan yang miskin dan ada yang tidak miskin," katanya saat ditemui di Kantor Kemenko Kesra, Rabu (2/6/2014).

Sementara, Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, seharusnya penerima PBI ditambah mencapai 100 juta jiwa. Karena saat ini hanya 86,4 juta jiwa. Maka anggaran dan penerima untuk PBI tidak boleh diturunkan.

"Seharusnya dari awal dianggarkan untuk 100 juta jiwa. Namun saat ini belum ada penambahan penerima PBI," katanya.

Agung mengatakan, pemerintah meng-iya-kan kenaikan data orang miskin tersebut. Hal ini disebabkan keterlambatan perekonomian. Selain keterlambatan roda perekonomian situasi saat ini juga ada penambahan tingkat status menjadi masyarakat miskin.

Program penanggulangan kemiskinan yang kuantitatif juga tidak meningkat. "Padahal jumlah anggaran untuk orang miskin tetap. Maka ini terkait dengan ekonomi dan program penentasan kemiskinan tidak nisa berjalan sendiri," ujar dia.

Agung mencontohkan, walaupun pertumbuhan ekonomi 7% tetapi tidak mencapai investasinya dan mengakibatkan pengangguran. Karena, program pengentasan kemiskinan memerlukan kerja sama lintas sektor.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved