Harga Minyak Jatuh karena Terminal Libya Dibuka
Kamis, 03 Juli 2014 - 10:46 WIB
Harga Minyak Jatuh karena Terminal Libya Dibuka
A
A
A
MELBOURNE - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh untuk hari keenam dan menjadi penurunan terpanjang sejak Mei 2012. Sedangkan minyak mentah brent turun di tengah spekulasi bahwa pasokan minyak mentah akan meningkat setelah pemberontak Libya sepakat membuka kembali dua terminal ekspor.
Kontrak berjangka (futures) di New York turun sebanyak 0,5%. WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Agustus turun sebanyak 53 sen menjadi USD103,95 per barel dan berada di USD104,01 pada pukul 12.43 siang waktu Sydney.
Kontrak turun 86 sen menjadi USD104,48 kemarin, penutupan terendah sejak 11 Juni 2014. Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 7% di bawah rata-rata 100 hari. Harga naik 5,75% sepanjang tahun ini.
Minyak brent di London ICE Futures Europe untuk pengiriman Agustus turun sebanyak 52 sen atau 0,5% menjadi USD110,72 per barel. Premi minyak mentah patokan Eropa terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD6,89 dari sebelumnya USD6,76.
"Libya hanya akan menambah pasokan, dan dunia ini dibanjiri minyak. Tidak ada yang baru dari Irak dan investor mulai menyadari bahwa tidak akan ada yang mempengaruhi pasokan," kata Kepala Investasi Ayers Alliance Securities Jonathan Barratt seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (3/7/2014).
Juru bicara pemerintah Libya Ahmed al-Amin mengatakan, kelompok yang memblokade pelabuhan di timur Libya tahun lalu membuka kembali fasilitas Es Sider dan Ras Lanuf, kemarin sebagai tanda dukungan bagi pemerintah yang baru terpilih.
Dua terminal ini memiliki kapasitas 560 ribu barel per hari (bph). Dibukanya dua terminal ini akan meningkatkan kapasitas ekspor minyak mentah Libya menjadi hampir lima kali lipat.
Sementara pertempuran di Irak, produsen terbesar kedua Organisasi Negara-negara Pengeskpor Minyak (OPEC) masih belum meluas ke selatan, yang merupakan lumbung produksi minyak mentah tersebut. Irak akan mengekspor 2,8 juta bph pada bulan ini.
Berdasarkan laporan Energy Information Administration (EIA), persediaan minyak mentah di AS menyusut 3,2 juta barel menjadi 384,9 juta pada pekan yang berakhir 27 Juni 2014. Pasokan minyak diproyeksi menurun sebanyak 2,4 juta.
Kontrak berjangka (futures) di New York turun sebanyak 0,5%. WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Agustus turun sebanyak 53 sen menjadi USD103,95 per barel dan berada di USD104,01 pada pukul 12.43 siang waktu Sydney.
Kontrak turun 86 sen menjadi USD104,48 kemarin, penutupan terendah sejak 11 Juni 2014. Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 7% di bawah rata-rata 100 hari. Harga naik 5,75% sepanjang tahun ini.
Minyak brent di London ICE Futures Europe untuk pengiriman Agustus turun sebanyak 52 sen atau 0,5% menjadi USD110,72 per barel. Premi minyak mentah patokan Eropa terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD6,89 dari sebelumnya USD6,76.
"Libya hanya akan menambah pasokan, dan dunia ini dibanjiri minyak. Tidak ada yang baru dari Irak dan investor mulai menyadari bahwa tidak akan ada yang mempengaruhi pasokan," kata Kepala Investasi Ayers Alliance Securities Jonathan Barratt seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (3/7/2014).
Juru bicara pemerintah Libya Ahmed al-Amin mengatakan, kelompok yang memblokade pelabuhan di timur Libya tahun lalu membuka kembali fasilitas Es Sider dan Ras Lanuf, kemarin sebagai tanda dukungan bagi pemerintah yang baru terpilih.
Dua terminal ini memiliki kapasitas 560 ribu barel per hari (bph). Dibukanya dua terminal ini akan meningkatkan kapasitas ekspor minyak mentah Libya menjadi hampir lima kali lipat.
Sementara pertempuran di Irak, produsen terbesar kedua Organisasi Negara-negara Pengeskpor Minyak (OPEC) masih belum meluas ke selatan, yang merupakan lumbung produksi minyak mentah tersebut. Irak akan mengekspor 2,8 juta bph pada bulan ini.
Berdasarkan laporan Energy Information Administration (EIA), persediaan minyak mentah di AS menyusut 3,2 juta barel menjadi 384,9 juta pada pekan yang berakhir 27 Juni 2014. Pasokan minyak diproyeksi menurun sebanyak 2,4 juta.
(rna)
Lihat Juga :