Harga Minyak Global Menuju Penurunan Pekan Kedua
Jum'at, 04 Juli 2014 - 09:54 WIB
Harga Minyak Global Menuju Penurunan Pekan Kedua
A
A
A
MELBOURNE - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan brent menuju penurunan pekan kedua di tengah spekulasi produksi minyak mentah Irak tidak terpengaruh oleh ketegangan di negara tersebut dan Libya yang siap melanjutkan ekspor dari dua terminal.
WTI berjangka sedikit berubah di New York setelah jatuh untuk hari keenam, kemarin dan merupakan penurunan terpanjang sejak Mei 2012 karena ketegangan di Irak. Kendati begitu, ketegangan di Irak belum meluas ke bagian selatan, yang merupakan lumbung produksi minyak negara tersebut.
Sementara Libya akan mulai pengiriman minyak dari dua terminalanya, Es Sider dan Ras Lanuf pada kapasitas penuh setelah pemerintah berhasil mengambil kendali dari pemberontak.
"Ketegangan geopolitik jelas menekan harga minyak. Pasar menghapus beberapa premi risiko. WTI sekarang turun di bawah level support USD105,25 per barel, yang berarti bahwa risiko sekarang adalah penurunan," kata Kepala Stretegi CMC Markets Michael McCarthy
seperti dilansir Bloomberg, Jumat (4/7/2014).
Harga minyak mentah WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Agustus berada di USD104,02 per barel, turun 4 sen, pada pukul 11.30 siang waktu Sydney. Kontrak tersebut turun 42 sen menjadi USD104,06 kemarin, penutupan terendah sejak 6 Juni 2014.
Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 58% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah turun 1,7% sepanjang pekan ini.
Sementara harga minyak brent di London ICE Futures Europe untuk pengiriman Agustus naik 1 sen menjadi USD111,01 per barel. Kontrak mengalami penurunan 2% pada pekan ini. Premi minyak mentah patokan Eropa terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD6,96 dibandingkan 27 Juni sebesar USD7,56.
WTI berjangka sedikit berubah di New York setelah jatuh untuk hari keenam, kemarin dan merupakan penurunan terpanjang sejak Mei 2012 karena ketegangan di Irak. Kendati begitu, ketegangan di Irak belum meluas ke bagian selatan, yang merupakan lumbung produksi minyak negara tersebut.
Sementara Libya akan mulai pengiriman minyak dari dua terminalanya, Es Sider dan Ras Lanuf pada kapasitas penuh setelah pemerintah berhasil mengambil kendali dari pemberontak.
"Ketegangan geopolitik jelas menekan harga minyak. Pasar menghapus beberapa premi risiko. WTI sekarang turun di bawah level support USD105,25 per barel, yang berarti bahwa risiko sekarang adalah penurunan," kata Kepala Stretegi CMC Markets Michael McCarthy
seperti dilansir Bloomberg, Jumat (4/7/2014).
Harga minyak mentah WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Agustus berada di USD104,02 per barel, turun 4 sen, pada pukul 11.30 siang waktu Sydney. Kontrak tersebut turun 42 sen menjadi USD104,06 kemarin, penutupan terendah sejak 6 Juni 2014.
Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 58% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah turun 1,7% sepanjang pekan ini.
Sementara harga minyak brent di London ICE Futures Europe untuk pengiriman Agustus naik 1 sen menjadi USD111,01 per barel. Kontrak mengalami penurunan 2% pada pekan ini. Premi minyak mentah patokan Eropa terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD6,96 dibandingkan 27 Juni sebesar USD7,56.
(rna)
Lihat Juga :